Menampilkan postingan dengan kategori "Artikel"
Ketetapan Nilai Islam di Tengah Dinamika Kehidupan
Nurul Aisyah 27/01/2026
Di tengah perubahan zaman yang cepat dan kompleks, Islam hadir dengan ketetapan nilai yang menjadi pegangan hidup manusia. Meski dunia terus bergerak, prinsip-prinsip dasar Islam seperti akidah, ibadah, dan moral tetap kokoh sekaligus fleksibel dalam penerapannya. Ketetapan ini membuat Islam mampu membimbing umat agar tetap adaptif tanpa kehilangan jati diri. Dengan nilai yang selaras dengan fitrah manusia, Islam menjadi jangkar moral yang menenangkan, menuntun manusia menghadapi dinamika kehidupan dengan keseimbangan antara kemajuan dunia dan orientasi akhirat.
Board of Peace dan Kesabaran Gaza: Keteguhan yang Tidak Pernah Tawar
Risdawati 27/01/2026
Akhir-akhir ini, dunia kembali riuh oleh pengumuman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait pembentukan Board of Peace. Perhatian publik Indonesia pun menguat seiring keikutsertaan Indonesia dalam keanggotaan dewan yang digagas Amerika Serikat tersebut. Keterlibatan ini memunculkan kegelisahan, terutama karena menyangkut masa depan Gaza, Palestina, wilayah yang hingga kini masih berada dalam bayang-bayang penjajahan dan kekerasan.
Benarkah Islam Membenci Perut Buncit?
Nurul Aisyah 27/01/2026
Perut buncit sering dikaitkan dengan penilaian moral dalam kehidupan beragama, padahal Islam tidak menilai kemuliaan seseorang dari bentuk fisiknya. Dalam ajaran Islam, ukuran utama adalah hati dan amal perbuatan, bukan rupa atau kondisi tubuh. Kegemukan atau perut buncit menjadi tercela bukan karena bentuk fisiknya, melainkan apabila lahir dari sikap berlebihan dalam makan, mengikuti hawa nafsu, dan melalaikan ibadah. Sebaliknya, perut buncit yang disebabkan faktor genetik, usia, atau kondisi alami tubuh tidak termasuk hal yang dicela. Islam mengajarkan keseimbangan, kesederhanaan, serta menjaga tubuh sebagai amanah agar mampu menunjang ketaatan dan kehidupan spiritual yang lebih baik.
Bagaimana Jika Hari Ini Adalah Kesempatan Terakhir untuk Hidup?
Nurul Aisyah 26/01/2026
Kehidupan sering membuat manusia merasa memiliki banyak waktu, sehingga kebaikan dan taubat kerap ditunda dengan alasan “nanti”. Padahal, kematian adalah kepastian yang bisa datang kapan saja, sebagaimana diingatkan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi. Mengingat kematian bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran agar hidup dijalani dengan lebih jujur, bertanggung jawab, dan penuh amal. Selama Allah masih memberi nafas, pintu taubat tetap terbuka, dan hari ini adalah kesempatan terbaik untuk kembali kepada-Nya dengan perbaikan nyata, bukan sekadar rencana.
Dapat Pesangon Besar, Haruskah Langsung Dizakati?
Nurul Aisyahra 26/01/2026
Pesangon merupakan harta yang sering diterima pada masa transisi seperti pensiun atau PHK dan kerap menimbulkan pertanyaan tentang kewajiban zakat. Dalam Islam, pesangon termasuk harta baru yang tidak otomatis wajib dizakati, kecuali telah mencapai nishab dan dimiliki hingga genap satu haul. Jika pesangon habis untuk kebutuhan mendesak, maka tidak ada kewajiban zakat. Ketentuan ini menunjukkan bahwa Islam mengatur zakat secara adil dengan mempertimbangkan kondisi riil dan kemaslahatan umat.
Mengenal Kusta dan Mengakhiri Diskriminasi
Nurul Aisyahra 25/01/2026
Hari Kusta Internasional diperingati sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit kusta sekaligus menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penderitanya. Kusta merupakan penyakit infeksi yang dapat disembuhkan dengan pengobatan medis yang tepat, namun masih kerap disalahpahami sehingga penyintasnya mengalami pengucilan sosial. Melalui edukasi, deteksi dini, dan dukungan pengobatan, peringatan ini menegaskan pentingnya empati dan penghormatan terhadap hak kemanusiaan penyintas kusta demi terciptanya lingkungan yang inklusif dan bebas stigma.
Hari Gizi Nasional: Menjadikan Gizi Seimbang Bagian dari Gaya Hidup
Nurul Aisyahra 25/01/2026
Hari Gizi Nasional menjadi pengingat penting akan peran gizi seimbang dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”, masyarakat diajak untuk lebih sadar terhadap pilihan makanan sehari-hari yang bergizi, terjangkau, dan berkelanjutan. Di tengah tantangan gizi seperti stunting, gizi lebih, dan kekurangan mikronutrien, peran keluarga, sekolah, dan lingkungan menjadi kunci dalam membangun kebiasaan makan sehat. Menjadikan gizi seimbang sebagai gaya hidup diharapkan mampu mendorong terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing.
Pendidikan sebagai Harapan di Tengah Konflik Berkepanjangan
Nurul Aisyahra 24/01/2026
Pendidikan di Palestina hingga awal 2026 berada dalam kondisi kritis akibat konflik berkepanjangan yang merusak infrastruktur sekolah dan menghilangkan akses belajar bagi ratusan ribu anak. Meski memiliki sistem pendidikan formal yang terstruktur, proses pembelajaran terus terganggu oleh kekerasan, keterbatasan fasilitas, serta kesenjangan akses digital. Di tengah situasi darurat ini, berbagai inisiatif lokal dan internasional serta peran aktif pemuda Palestina menjaga pendidikan tetap hidup sebagai bentuk ketahanan, harapan, dan perlawanan non-kekerasan untuk mempertahankan martabat dan masa depan generasi muda.
Hari Pendidikan Internasional: Menegaskan Peran Pemuda dalam Masa Depan Pendidikan
Nurul Aisyahra 24/01/2026
Hari Pendidikan Internasional menjadi pengingat global bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap manusia dan fondasi penting bagi terwujudnya masyarakat yang adil dan berkelanjutan. Peringatan tahun 2026 menekankan peran pemuda sebagai subjek aktif dalam menciptakan dan memperbaiki sistem pendidikan, bukan sekadar penerima pembelajaran. Dengan keterlibatan generasi muda, pemanfaatan teknologi yang inklusif, serta kolaborasi semua pihak, pendidikan diharapkan mampu menjawab tantangan global dan membentuk masa depan yang lebih baik.
Ketika Sedekah Mendatangkan Rezeki Berlipat: Kisah Abdurrahman bin Auf
Nurul Aisyahra 23/01/2026
Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai sahabat Rasulullah saw yang kaya raya namun sangat takut akan beratnya hisab harta di akhirat. Kesadarannya terhadap sabda dan doa Rasulullah saw tentang amanah kekayaan mendorongnya untuk bersedekah secara besar-besaran, bahkan berharap menjadi miskin agar hisabnya diringankan. Puncaknya, ia membeli seluruh kurma busuk milik penduduk Madinah dengan harga normal hingga hartanya habis. Namun Allah Swt membalas keikhlasannya dengan rezeki berlipat melalui peristiwa tak terduga, sehingga kisah ini menjadi teladan bahwa sedekah yang tulus tidak akan mengurangi harta, justru mendatangkan keberkahan dan pahala yang besar.