Menampilkan postingan artikel "pilihan"
Bagaimana Jika Hari Ini Adalah Kesempatan Terakhir untuk Hidup?
Nurul Aisyah 26/01/2026
Kehidupan sering membuat manusia merasa memiliki banyak waktu, sehingga kebaikan dan taubat kerap ditunda dengan alasan “nanti”. Padahal, kematian adalah kepastian yang bisa datang kapan saja, sebagaimana diingatkan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi. Mengingat kematian bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran agar hidup dijalani dengan lebih jujur, bertanggung jawab, dan penuh amal. Selama Allah masih memberi nafas, pintu taubat tetap terbuka, dan hari ini adalah kesempatan terbaik untuk kembali kepada-Nya dengan perbaikan nyata, bukan sekadar rencana.
Dapat Pesangon Besar, Haruskah Langsung Dizakati?
Nurul Aisyahra 26/01/2026
Pesangon merupakan harta yang sering diterima pada masa transisi seperti pensiun atau PHK dan kerap menimbulkan pertanyaan tentang kewajiban zakat. Dalam Islam, pesangon termasuk harta baru yang tidak otomatis wajib dizakati, kecuali telah mencapai nishab dan dimiliki hingga genap satu haul. Jika pesangon habis untuk kebutuhan mendesak, maka tidak ada kewajiban zakat. Ketentuan ini menunjukkan bahwa Islam mengatur zakat secara adil dengan mempertimbangkan kondisi riil dan kemaslahatan umat.
Mengenal Kusta dan Mengakhiri Diskriminasi
Nurul Aisyahra 25/01/2026
Hari Kusta Internasional diperingati sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit kusta sekaligus menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penderitanya. Kusta merupakan penyakit infeksi yang dapat disembuhkan dengan pengobatan medis yang tepat, namun masih kerap disalahpahami sehingga penyintasnya mengalami pengucilan sosial. Melalui edukasi, deteksi dini, dan dukungan pengobatan, peringatan ini menegaskan pentingnya empati dan penghormatan terhadap hak kemanusiaan penyintas kusta demi terciptanya lingkungan yang inklusif dan bebas stigma.
Hari Gizi Nasional: Menjadikan Gizi Seimbang Bagian dari Gaya Hidup
Nurul Aisyahra 25/01/2026
Hari Gizi Nasional menjadi pengingat penting akan peran gizi seimbang dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”, masyarakat diajak untuk lebih sadar terhadap pilihan makanan sehari-hari yang bergizi, terjangkau, dan berkelanjutan. Di tengah tantangan gizi seperti stunting, gizi lebih, dan kekurangan mikronutrien, peran keluarga, sekolah, dan lingkungan menjadi kunci dalam membangun kebiasaan makan sehat. Menjadikan gizi seimbang sebagai gaya hidup diharapkan mampu mendorong terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing.
Pendidikan sebagai Harapan di Tengah Konflik Berkepanjangan
Nurul Aisyahra 24/01/2026
Pendidikan di Palestina hingga awal 2026 berada dalam kondisi kritis akibat konflik berkepanjangan yang merusak infrastruktur sekolah dan menghilangkan akses belajar bagi ratusan ribu anak. Meski memiliki sistem pendidikan formal yang terstruktur, proses pembelajaran terus terganggu oleh kekerasan, keterbatasan fasilitas, serta kesenjangan akses digital. Di tengah situasi darurat ini, berbagai inisiatif lokal dan internasional serta peran aktif pemuda Palestina menjaga pendidikan tetap hidup sebagai bentuk ketahanan, harapan, dan perlawanan non-kekerasan untuk mempertahankan martabat dan masa depan generasi muda.
Hari Pendidikan Internasional: Menegaskan Peran Pemuda dalam Masa Depan Pendidikan
Nurul Aisyahra 24/01/2026
Hari Pendidikan Internasional menjadi pengingat global bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap manusia dan fondasi penting bagi terwujudnya masyarakat yang adil dan berkelanjutan. Peringatan tahun 2026 menekankan peran pemuda sebagai subjek aktif dalam menciptakan dan memperbaiki sistem pendidikan, bukan sekadar penerima pembelajaran. Dengan keterlibatan generasi muda, pemanfaatan teknologi yang inklusif, serta kolaborasi semua pihak, pendidikan diharapkan mampu menjawab tantangan global dan membentuk masa depan yang lebih baik.
Ketika Sedekah Mendatangkan Rezeki Berlipat: Kisah Abdurrahman bin Auf
Nurul Aisyahra 23/01/2026
Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai sahabat Rasulullah saw yang kaya raya namun sangat takut akan beratnya hisab harta di akhirat. Kesadarannya terhadap sabda dan doa Rasulullah saw tentang amanah kekayaan mendorongnya untuk bersedekah secara besar-besaran, bahkan berharap menjadi miskin agar hisabnya diringankan. Puncaknya, ia membeli seluruh kurma busuk milik penduduk Madinah dengan harga normal hingga hartanya habis. Namun Allah Swt membalas keikhlasannya dengan rezeki berlipat melalui peristiwa tak terduga, sehingga kisah ini menjadi teladan bahwa sedekah yang tulus tidak akan mengurangi harta, justru mendatangkan keberkahan dan pahala yang besar.
Bolehkah Loyal kepada Orang Kafir dalam Pandangan Islam?
Nurul Aisyahra 22/01/2026
Islam membedakan secara tegas antara interaksi sosial dan loyalitas akidah dalam menyikapi hubungan dengan non-Muslim. Melalui teladan Nabi Ibrahim a.s. dalam Surah Al-Mumtahanah ayat 4, Islam menegaskan larangan wala’, yakni loyalitas batin dan keberpihakan iman kepada orang kafir atau keyakinan mereka. Namun, Islam tetap membolehkan pertemanan, hubungan sosial, serta perbuatan baik selama tidak mencampuradukkan akidah. Prinsip ini menegaskan keseimbangan Islam: tegas dalam iman, tetapi tetap adil, lembut, dan berakhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.
Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadan, Ini Penjelasan Hukumnya
Nurul Aisyahra 22/01/2026
Puasa Syaban menjadi momentum persiapan menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sekaligus kesempatan bagi umat Islam untuk menyelesaikan kewajiban qadha puasa Ramadan yang tertunda. Dalam kajian fikih Islam, penggabungan niat puasa qadha dengan puasa sunnah Syaban dibolehkan, selama niat puasa wajib tetap menjadi tujuan utama. Kebolehan ini memiliki dasar kuat dalam hadis Aisyah ra serta penjelasan para ulama mengenai hukum, niat, dan tata cara pelaksanaannya, sehingga ibadah yang dilakukan sah secara syariat dan bernilai pahala.
Memberi Ruang untuk Pulih dalam Perspektif Islam
Nurul Aisyahra 21/01/2026
Islam memandang bahwa manusia tidak hanya memiliki jasad, tetapi juga hati dan jiwa yang bisa lelah serta terluka oleh berbagai pengalaman hidup. Setiap pergulatan batin, rasa sedih, dan kecemasan tidak pernah luput dari perhatian Allah Swt. Karena itu, Islam mengajarkan pentingnya kasih sayang, empati, dan kelembutan dalam menyikapi diri sendiri maupun sesama yang sedang berjuang. Memberi ruang untuk pulih, menemani tanpa menghakimi, serta menghadirkan ketenangan melalui kedekatan kepada Allah Swt merupakan bagian dari pengamalan nilai rahmah dalam Islam.