Menampilkan postingan artikel "pilihan"
Jika Hati Tak Berubah, Apa Arti Puasa?
Nurul Aisyah 22/02/2026
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi proses pembinaan diri untuk membentuk ketakwaan dan memperbaiki akhlak. Ramadan seharusnya menghadirkan perubahan nyata dalam hati dan perilaku; tanpa perubahan tersebut, makna puasa perlu dipertanyakan kembali.
Setan Diborgol, Tapi Mengapa Maksiat Tetap Ada di Bulan Ramadan?
Risdawati 21/02/2026
Pada bulan Ramadan, semua umat Islam berlomba-lomba dalam mengerjakan kebajikan. Hal ini menyebabkan perbuatan maksiat cenderung menurun, sebab pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup, serta setan-setan dibelenggu sehingga tidak leluasa menggoda manusia untuk berbuat maksiat. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Beliau saw bersabda
Mengapa Sedekah Kecil Terasa Begitu Besar di Bulan Ramadan?
Risdawati 20/02/2026
Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah, ampunan, dan rahmat. Setiap amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan bulan lainnya. Salah satu amalan yang paling dianjurkan dan memiliki keutamaan luar biasa adalah sedekah. Tidak heran jika banyak ulama menyebut bahwa pahala sedekah di bulan Ramadan sangat berlipat ganda, bahkan melebihi sedekah di waktu biasa.
Hari Keadilan Sosial Sedunia 2026: Menghidupkan Nilai Keadilan dalam Ramadan
Nurul Aisyah 20/02/2026
Hari Keadilan Sosial Sedunia mengingatkan pentingnya kesetaraan dan perlindungan bagi kelompok rentan. Pada 2026 yang bertepatan dengan Ramadan, momentum ini menegaskan bahwa keadilan sosial harus diwujudkan melalui empati, kepedulian, dan tanggung jawab bersama, sehingga nilai keadilan tidak hanya menjadi wacana, tetapi hadir dalam tindakan nyata.
Ramadan dan Seni Menahan yang Tidak Terlihat
Nurul Aisyah 19/02/2026
Ramadan sering dipahami sebagai bulan untuk menahan lapar dan haus. Sejak fajar hingga magrib, seorang Muslim melatih dirinya untuk patuh pada ketentuan waktu dan menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Namun di balik latihan fisik itu, ada dimensi yang jauh lebih dalam dan sering kali luput disadari. Ramadan sejatinya adalah seni menahan yang tidak terlihat, yaitu menahan gejolak batin, mengendalikan dorongan hawa nafsu, dan menundukkan sisi diri yang jarang disaksikan orang lain.
Efek Paling Mengerikan Saat Salat Mulai Ditinggalkan
Nurul Aisyah 19/02/2026
Efek paling mengerikan dari meninggalkan salat adalah perubahan hati yang perlahan mengeras dan hilangnya rasa bersalah. QS. Al-‘Ankabut: 45 dan hadis (HR. Tirmidzi) menegaskan bahwa salat adalah benteng sekaligus fondasi iman, sehingga saat diremehkan, hubungan dengan Allah Swt pun melemah.
Ramadan sebagai Jalan Kembali kepada Allah
Nurul Aisyah 18/02/2026
Ramadan adalah momentum untuk kembali kepada Allah Swt melalui taubat dan ibadah. QS. Az-Zumar: 53 dan hadis Rasulullah saw (HR. Bukhari dan Muslim) menegaskan besarnya ampunan di bulan ini, sehingga Ramadan menjadi sarana penyucian diri dan penguatan iman menuju kehidupan yang lebih taat.
Bijak Bersikap di Ruang Digital: Etika, Empati, dan Tanggung Jawab Moral
Nurul Aisyah 16/02/2026
Ruang digital memberi kebebasan berekspresi, tetapi tetap menuntut etika dan tanggung jawab. Islam mengajarkan untuk tidak merendahkan orang lain (QS. Al-Hujurat: 11) serta berkata baik atau diam (HR. Bukhari dan Muslim), sehingga interaksi digital harus mencerminkan akhlak yang santun.
Menyambut Ramadan dengan Membuka Lembaran Baru
Nurul Aisyah 16/02/2026
Ramadan adalah momentum untuk memperbaiki diri dan membuka lembaran baru. Melalui perintah taubat dalam QS. An-Nur: 31 dan hadis Rasulullah saw (HR. Bukhari dan Muslim), umat Islam diajak meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki sikap, serta membangun kebiasaan baik yang berkelanjutan.
Hari Kanker Anak Internasional: Dari Perjuangan Menuju Harapan
Nurul Aisyah 15/02/2026
Hari Kanker Anak Internasional setiap 15 Februari mendorong peningkatan kesadaran dan akses pengobatan bagi anak penderita kanker. Diprakarsai Childhood Cancer International dan didukung World Health Organization, inisiatif ini menargetkan peningkatan angka kelangsungan hidup hingga 60 persen pada 2030, dengan menekankan pentingnya deteksi dini, pengobatan cepat, dan kolaborasi global.