Tidak semua waktu dalam kehidupan manusia memiliki nilai yang sama. Ada waktu-waktu tertentu yang Allah muliakan dan pilih sebagai kesempatan besar bagi hamba-Nya untuk meraih pahala yang berlipat ganda. Di antara bentuk rahmat Allah kepada manusia adalah adanya waktu-waktu istimewa yang nilainya jauh lebih besar dibandingkan waktu lainnya. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk memahami dan memanfaatkan waktu-waktu tersebut dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman:
“Dan Rabb-mu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya.” (QS. Al-Qashash: 68)
Salah satu waktu yang dimuliakan oleh Allah adalah bulan Ramadan. Bulan ini merupakan bulan penuh keberkahan yang di dalamnya kaum Muslimin diperintahkan untuk berpuasa dan memperbanyak amal saleh. Di antara seluruh hari dan malam dalam bulan Ramadan, sepuluh malam terakhir memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Pada malam-malam tersebut Rasulullah saw bersungguh-sungguh dalam beribadah, memperbanyak salat malam, zikir, dan doa, karena di dalamnya terdapat satu malam yang sangat agung dan penuh keberkahan, yaitu malam lailatulqadar. Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.” (QS. Ad-Dukhaan: 3)
Kemuliaan malam lailatulqadar dijelaskan secara tegas dalam Al-Qur’an. Allah menyebutkan bahwa malam tersebut memiliki keutamaan yang sangat besar sehingga nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Jika dihitung, seribu bulan setara dengan sekitar delapan puluh tiga tahun. Artinya, ibadah yang dilakukan pada satu malam lailatulqadar lebih baik daripada ibadah selama lebih dari delapan puluh tiga tahun pada malam-malam biasa. Allah Ta’ala berfirman:
“Malam lailatulqadar lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Pada malam lailatulqadar, para malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan keberkahan dari Allah. Malam tersebut dipenuhi dengan ketenangan dan keselamatan hingga terbitnya fajar. Inilah salah satu alasan mengapa malam ini menjadi malam yang sangat dinantikan oleh kaum Muslimin yang ingin meraih keutamaan besar dari Allah. Oleh karena itu, Rasulullah saw mengajarkan umatnya untuk memperbanyak doa pada malam-malam tersebut, terutama ketika berharap bertemu dengan lailatulqadar. Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang doa yang sebaiknya dibaca jika seseorang menjumpai malam tersebut. Rasulullah saw bersabda:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” (HR. Tirmidzi, shahih)
Karena besarnya keutamaan malam lailatulqadar, sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi waktu yang sangat berharga bagi setiap Muslim untuk memperbanyak ibadah. Malam-malam tersebut hendaknya diisi dengan salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, memperbanyak doa, serta berbagai amal kebaikan lainnya. Dengan kesungguhan dalam beribadah dan harapan yang besar kepada rahmat Allah, seorang hamba memiliki kesempatan untuk meraih malam yang nilainya lebih berharga dari delapan puluh tiga tahun ibadah. Semoga Allah mempertemukan kita dengan malam lailatulqadar dan menerima seluruh amal ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadan.