Menampilkan postingan dengan label "ibadah"
Benarkah Ibadah Terpanjang di Ramadan Bukan Salat?
Nurul Aisyah 24/02/2026
Ibadah terpanjang di Ramadan bukan semata-mata salat atau ibadah ritual lainnya, melainkan kesabaran dalam menghadapi manusia. Berdasarkan hadis Rasulullah saw, puasa berkaitan erat dengan sabar dan pengendalian diri. Ujian puasa justru terlihat dalam interaksi sosial, seperti menahan amarah, menjaga lisan, dan tidak membalas keburukan.
Batas Waktu Sahur yang Perlu Diketahui
Nurul Aisyah 23/02/2026
Sahur adalah sunnah yang sangat dianjurkan dalam puasa Ramadan karena mengandung keberkahan dan menjadi bagian dari tuntunan Rasulullah saw. Batas waktu sahur berlangsung hingga terbit fajar atau masuk waktu Subuh, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah: 187. Imsak bukan batas akhir makan dan minum, melainkan pengingat agar bersiap menghentikan sahur sebelum Subuh.
Seberapa Jauh Kita Berinteraksi dengan Al-Qur’an?
Nurul Aisyah 22/02/2026
Al-Qur’an bukan sekadar bacaan atau simbol penghormatan, melainkan petunjuk hidup yang seharusnya membimbing cara berpikir, bersikap, dan bertindak. Interaksi dengan Al-Qur’an memiliki tingkatan, mulai dari menghormati dan membacanya, hingga memahami, mentadabburi, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Efek Paling Mengerikan Saat Salat Mulai Ditinggalkan
Nurul Aisyah 19/02/2026
Efek paling mengerikan dari meninggalkan salat adalah perubahan hati yang perlahan mengeras dan hilangnya rasa bersalah. QS. Al-‘Ankabut: 45 dan hadis (HR. Tirmidzi) menegaskan bahwa salat adalah benteng sekaligus fondasi iman, sehingga saat diremehkan, hubungan dengan Allah Swt pun melemah.
Ramadan sebagai Jalan Kembali kepada Allah
Nurul Aisyah 18/02/2026
Ramadan adalah momentum untuk kembali kepada Allah Swt melalui taubat dan ibadah. QS. Az-Zumar: 53 dan hadis Rasulullah saw (HR. Bukhari dan Muslim) menegaskan besarnya ampunan di bulan ini, sehingga Ramadan menjadi sarana penyucian diri dan penguatan iman menuju kehidupan yang lebih taat.
Menyambut Ramadan dengan Membuka Lembaran Baru
Nurul Aisyah 16/02/2026
Ramadan adalah momentum untuk memperbaiki diri dan membuka lembaran baru. Melalui perintah taubat dalam QS. An-Nur: 31 dan hadis Rasulullah saw (HR. Bukhari dan Muslim), umat Islam diajak meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki sikap, serta membangun kebiasaan baik yang berkelanjutan.
Benarkah yang Kita Lakukan Sudah Bernilai Ibadah?
Nurul Aisyah 10/02/2026
Ibadah tidak cukup diukur dari rutinitas amalan yang tampak baik. Dalam Islam, suatu perbuatan bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah dan sesuai tuntunan Rasulullah saw. Seluruh aspek kehidupan dapat menjadi ibadah apabila dijalani dengan cara yang benar dan berlandaskan syariat. Tanpa keikhlasan dan kesesuaian dengan Al-Qur’an dan Sunnah, amal yang terlihat baik dapat kehilangan nilainya di sisi Allah.
Nisfu Syaban: Amalan yang Dianjurkan Menjelang Ramadan
Nurul Aisyah 02/02/2026
Nisfu Syaban menjadi momen persiapan spiritual menjelang Ramadan melalui penataan niat, peningkatan ibadah, dan pembersihan hati. Amalan seperti istighfar, doa, membaca Al-Qur’an, ibadah sunnah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama membantu menyambut Ramadan dengan kesiapan rohani yang lebih matang.
Zakat: Amal yang Terus Hidup Hingga Akhir Hayat
Nurul Aisyah 02/02/2026
Zakat merupakan amalan yang tidak berhenti pada saat harta dikeluarkan atau ketika seseorang meninggal dunia. Sebagai bentuk sedekah jariyah, zakat terus hidup melalui manfaat yang dirasakan penerimanya, baik dalam menopang kehidupan, memberdayakan ekonomi, maupun menjaga martabat manusia. Selain membentuk keikhlasan dan kesadaran spiritual bagi yang menunaikannya, zakat juga berperan menjaga keseimbangan sosial dan memperkuat kepedulian antarsesama. Dengan demikian, zakat menjadi amal yang pahalanya terus mengalir, menegaskan bahwa nilai hidup diukur dari panjangnya manfaat yang ditinggalkan.
Hal Kecil yang Akan Kita Syukuri Saat Ramadan Datang
Nurul Aisyah 29/01/2026
Ramadan sering dibayangkan melalui hal-hal besar, tetapi kehadirannya justru membuat manusia lebih peka terhadap nikmat-nikmat kecil dalam keseharian. Suasana sahur yang sunyi, kesederhanaan berbuka, ibadah yang terasa lebih hidup, serta kehangatan berbagi dengan sesama menjadi pengalaman yang menumbuhkan rasa syukur. Ramadan mengajarkan bahwa kebahagiaan dan kedamaian tidak selalu datang dari kelimpahan, melainkan dari kesadaran untuk menghargai hal-hal sederhana yang selama ini sering terabaikan.