Menjemput Hidayah di Saung Ilmu: Kisah Transformasi Tasirun

Menjemput Hidayah di Saung Ilmu: Kisah Transformasi Tasirun


Risdawati
29/04/2026
27 VIEWS
SHARE

Menjelang usia 53 tahun, hidup Tasirun mengalami transformasi yang luar biasa. Jika dahulu waktunya habis di dunia perbengkelan yang jauh dari nilai spiritual, kini beliau memilih untuk mengabdikan hidupnya demi menghidupkan musala di lingkungannya.

Dahulu, Tasirun adalah seorang montir sukses di Kabupaten Bandung. Keahliannya dalam dunia perbengkelan motor tak diragukan lagi, beliau bahkan banyak menurunkan ilmunya kepada orang lain hingga mereka berhasil. Namun, di balik kesuksesan materi itu, beliau mengaku jauh dari agama. 

Kemudahan mencari uang justru menjerumuskannya ke dunia perjudian. Akibat jeratan judi kartu, segala harta bendanya habis tak bersisa. Kehidupan keluarganya pun sempat berantakan dan terbengkalai karena kondisi ekonomi yang jatuh ke titik nol.

Titik Balik dan Pengabdian

Kini, pemandangan itu telah berganti. Tasirun telah meninggalkan masa lalunya sebagai penjudi dan beralih menjadi sosok yang giat beribadah. Beliau kini aktif mengikuti pengajian dan menjadi muazin tetap untuk waktu salat Magrib dan Isya. Semangat belajarnya pun tetap membara meski usia tak lagi muda, beliau rutin memperdalam ilmu mengaji di Saung Ilmu Desa Dondong.

Tak hanya fokus pada ibadah personal, beliau juga menjadi penggerak masyarakat yang aktif di lingkungan tempat tinggalnya, menjembatani komunikasi antarwarga dengan sangat baik.

Harapan Baru

Kehadiran Saung Ilmu di lingkungannya kini menjadi harapan baru bagi Tasirun. Melalui misi pemberdayaan ekonomi di sana, beliau bertekad membangkitkan kembali usaha jasa perbengkelannya. Tujuannya kali ini sangat mulia: mencapai keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.

Semoga Tasirun senantiasa diberikan keistikamahan dalam menjalankan ibadah dan usahanya, serta menjadi inspirasi bagi siapa pun bahwa tidak ada kata terlambat untuk menjemput hidayah.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA