Menampilkan postingan artikel "pilihan"
Kisah Ummu Sulaim dan Makna Sabar yang Sesungguhnya
Risdawati 30/01/2026
Islam tidak pernah kekurangan sosok inspiratif dan mulia yang kisah hidupnya terus bergema lintas zaman. Dari mereka, umat belajar bahwa iman bukan hanya tentang keyakinan di lisan, melainkan keteguhan hati saat diuji. Salah satu teladan agung itu adalah Ummu Sulaim radhiyallahu ‘anha, seorang perempuan yang memperlihatkan makna sabar dalam bentuk yang jernih dan paling dewasa.
Tata Cara Khutbah Jumat Sesuai Sunah Lengkap dengan Rukunnya
Risdawati 30/01/2026
Setiap pelaksanaan Salat Jumat, seorang Muslim terbiasa mendengarkan nasihat keagamaan yang dikenal sebagai khutbah. Bagi sebagian jamaah, khutbah Jumat kerap terasa biasa karena disampaikan secara rutin setiap pekan.
Whip Pink vs Whip Cream
Nurul Aisyah 29/01/2026
Fenomena Whip Pink mencerminkan pilihan anak muda antara pelarian sesaat dan proses membangun masa depan. Penyalahgunaannya merusak kesehatan, fokus, dan kesiapan kerja, sementara pembinaan seperti di Rumah Gemilang Indonesia menunjukkan jalan produktif melalui keterampilan dan disiplin. Masa depan ditentukan oleh pilihan untuk bertumbuh dan berkarya, bukan oleh sensasi instan.
Sumpah Itu Bukan Canda dalam Islam
Risdawati 29/01/2026
“Sumpah demi apa pun!”, “Sumpah demi semesta!”, “Sumpah demi Rasulullah!” Ungkapan-ungkapan ini terasa akrab di telinga. Ia sering diucapkan spontan, dianggap ringan, bahkan sering dipakai hanya untuk meyakinkan lawan bicara. Tanpa sadar, lisan kita kerap melontarkannya tanpa berpikir panjang. Namun, ini bukan sekadar gaya bahasa atau ungkapan populer yang sedang tren. Pertanyaannya, apakah sumpah seperti itu dibenarkan dalam Islam?
Hal Kecil yang Akan Kita Syukuri Saat Ramadan Datang
Nurul Aisyah 29/01/2026
Ramadan sering dibayangkan melalui hal-hal besar, tetapi kehadirannya justru membuat manusia lebih peka terhadap nikmat-nikmat kecil dalam keseharian. Suasana sahur yang sunyi, kesederhanaan berbuka, ibadah yang terasa lebih hidup, serta kehangatan berbagi dengan sesama menjadi pengalaman yang menumbuhkan rasa syukur. Ramadan mengajarkan bahwa kebahagiaan dan kedamaian tidak selalu datang dari kelimpahan, melainkan dari kesadaran untuk menghargai hal-hal sederhana yang selama ini sering terabaikan.
Belajar Bersyukur dari Rasa Kehilangan
Nurul Aisyah 28/01/2026
Rasa sedih sering muncul karena cara pandang yang keliru terhadap kekurangan. Hikmah Sa’di Shirazi mengajarkan bahwa banyak keluhan lahir dari perbandingan yang salah, sementara Islam menuntun manusia untuk melihat ke bawah agar rasa syukur tumbuh. Dari sikap inilah ketenangan dan rasa cukup dalam hidup perlahan terbentuk.
Ketetapan Nilai Islam di Tengah Dinamika Kehidupan
Nurul Aisyah 27/01/2026
Di tengah perubahan zaman yang cepat dan kompleks, Islam hadir dengan ketetapan nilai yang menjadi pegangan hidup manusia. Meski dunia terus bergerak, prinsip-prinsip dasar Islam seperti akidah, ibadah, dan moral tetap kokoh sekaligus fleksibel dalam penerapannya. Ketetapan ini membuat Islam mampu membimbing umat agar tetap adaptif tanpa kehilangan jati diri. Dengan nilai yang selaras dengan fitrah manusia, Islam menjadi jangkar moral yang menenangkan, menuntun manusia menghadapi dinamika kehidupan dengan keseimbangan antara kemajuan dunia dan orientasi akhirat.
Board of Peace dan Kesabaran Gaza: Keteguhan yang Tidak Pernah Tawar
Risdawati 27/01/2026
Akhir-akhir ini, dunia kembali riuh oleh pengumuman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait pembentukan Board of Peace. Perhatian publik Indonesia pun menguat seiring keikutsertaan Indonesia dalam keanggotaan dewan yang digagas Amerika Serikat tersebut. Keterlibatan ini memunculkan kegelisahan, terutama karena menyangkut masa depan Gaza, Palestina, wilayah yang hingga kini masih berada dalam bayang-bayang penjajahan dan kekerasan.
Benarkah Islam Membenci Perut Buncit?
Nurul Aisyah 27/01/2026
Perut buncit sering dikaitkan dengan penilaian moral dalam kehidupan beragama, padahal Islam tidak menilai kemuliaan seseorang dari bentuk fisiknya. Dalam ajaran Islam, ukuran utama adalah hati dan amal perbuatan, bukan rupa atau kondisi tubuh. Kegemukan atau perut buncit menjadi tercela bukan karena bentuk fisiknya, melainkan apabila lahir dari sikap berlebihan dalam makan, mengikuti hawa nafsu, dan melalaikan ibadah. Sebaliknya, perut buncit yang disebabkan faktor genetik, usia, atau kondisi alami tubuh tidak termasuk hal yang dicela. Islam mengajarkan keseimbangan, kesederhanaan, serta menjaga tubuh sebagai amanah agar mampu menunjang ketaatan dan kehidupan spiritual yang lebih baik.
Bagaimana Jika Hari Ini Adalah Kesempatan Terakhir untuk Hidup?
Nurul Aisyah 26/01/2026
Kehidupan sering membuat manusia merasa memiliki banyak waktu, sehingga kebaikan dan taubat kerap ditunda dengan alasan “nanti”. Padahal, kematian adalah kepastian yang bisa datang kapan saja, sebagaimana diingatkan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi. Mengingat kematian bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran agar hidup dijalani dengan lebih jujur, bertanggung jawab, dan penuh amal. Selama Allah masih memberi nafas, pintu taubat tetap terbuka, dan hari ini adalah kesempatan terbaik untuk kembali kepada-Nya dengan perbaikan nyata, bukan sekadar rencana.