Menampilkan postingan dengan label "ketakwaan"
Jangan Terlalu Percaya Diri, Apakah Amalan Ramadan Kita Diterima?
Nurul Aisyah 19/03/2026
Meskipun seorang Muslim telah banyak beribadah, penerimaan amal tetap bergantung pada keikhlasan, ketakwaan, dan kesesuaiannya dengan syariat. Nasihat Ali bin Abi Talib radhiyallahu ‘anhu mengingatkan agar tidak hanya fokus pada banyaknya amal, tetapi juga pada diterimanya amal tersebut. Para ulama salaf pun mencontohkan sikap penuh harap dan takut dengan terus berdoa agar amal mereka diterima.
Mengapa Puasa Ditunaikan di Bulan Ramadan?
Nurul Aisyah 23/02/2026
Puasa ditunaikan di bulan Ramadan karena memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis serta menjadi bagian dari rukun Islam. Ramadan dipilih sebagai bulan puasa karena di dalamnya Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk hidup bagi manusia. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembinaan ketakwaan, pengendalian diri, dan penyucian jiwa.
Seberapa Jauh Kita Berinteraksi dengan Al-Qur’an?
Nurul Aisyah 22/02/2026
Al-Qur’an bukan sekadar bacaan atau simbol penghormatan, melainkan petunjuk hidup yang seharusnya membimbing cara berpikir, bersikap, dan bertindak. Interaksi dengan Al-Qur’an memiliki tingkatan, mulai dari menghormati dan membacanya, hingga memahami, mentadabburi, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Jika Hati Tak Berubah, Apa Arti Puasa?
Nurul Aisyah 22/02/2026
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi proses pembinaan diri untuk membentuk ketakwaan dan memperbaiki akhlak. Ramadan seharusnya menghadirkan perubahan nyata dalam hati dan perilaku; tanpa perubahan tersebut, makna puasa perlu dipertanyakan kembali.