Menampilkan postingan dengan label "pemimpin"
Belajar dari Umar bin Khattab: Ketegasan dan Empati dalam Menghadapi Bencana
Risdawati 02/12/2025
Dalam dinginnya hujan, gelapnya malam, dan deru air yang terus menerjang, suara itu seolah bercampur dengan tangisan para korban banjir dan tanah longsor di Sumatra. Di tengah kepiluan itu, ingatan kita terarah pada sosok Umar bin Khattab, seorang pemimpin yang pada masa krisis tidak pernah berdiam diri. Umar yang berjalan sendirian di malam hari untuk memastikan rakyatnya tidak kelaparan pada Tahun Ramadah, atau yang turun langsung mengatur bantuan di tengah wabah dan kelaparan. Demikian pula kita belajar bahwa kepemimpinan sejati menuntut ketegasan dalam bertindak dan empati yang hidup dalam hati. Kisah Umar bukan sekadar sejarah, tetapi cermin bagaimana menghadapi bencana dengan keberanian, kepedulian, dan langkah nyata.
Jejak Kepemimpinan Tokoh Islam yang Menginspirasi Dunia
Risdawati 09/10/2025
Sepanjang sejarah Islam, dunia telah menyaksikan lahirnya para pemimpin besar yang tak hanya menguasai urusan politik dan pemerintahan, tetapi juga menjadi teladan dalam akhlak, keberanian, dan kebijaksanaan. Mereka memimpin bukan sekadar dengan kekuasaan, tetapi dengan hati, iman, dan visi yang mulia. Dari Rasulullah saw sebagai pemimpin tertinggi umat Islam, hingga para khalifah, panglima, ulama, bahkan wanita tangguh yang meneruskan perjuangan dakwah dan jejak-jejak kepemimpinan mereka terus menginspirasi hingga hari ini.
Meneladani Rasulullah dalam Kepemimpinan dan Manajemen Harta
Risdawati 25/08/2025
Di tengah hiruk pikuk dunia yang sering melahirkan pemimpin haus kuasa dan pengelolaan harta yang kerap disalahgunakan, sosok Rasulullah saw hadir sebagai teladan abadi. Beliau bukan hanya membangun peradaban yang adil dan sejahtera, tetapi juga menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari akhlak, kejujuran, dan tanggung jawab dalam mengelola setiap titipan Allah. Pilihan beliau untuk hidup sederhana, meski berkesempatan hidup mewah, menjadi pesan kuat bahwa harta bukan untuk memperkaya diri, melainkan untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi umat.