Mengapa Puasa Ditunaikan di Bulan Ramadan?

Mengapa Puasa Ditunaikan di Bulan Ramadan?


Nurul Aisyah
23/02/2026
25 VIEWS
SHARE

Setiap tahun, umat Islam menyambut datangnya Ramadan dengan semangat ibadah yang meningkat. Masjid lebih ramai, tilawah Al-Qur’an lebih sering terdengar, dan suasana religius terasa lebih kuat dibanding bulan-bulan lainnya. Namun muncul pertanyaan: mengapa puasa justru ditunaikan di bulan Ramadan? Mengapa bukan di bulan lain, dan apa makna di balik ketetapan tersebut?

Kewajiban puasa Ramadan memiliki dasar yang sangat jelas dalam Al-Qur’an. Allah Swt berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menunjukkan bahwa puasa adalah perintah langsung dari Allah dan bukan sekadar tradisi atau kebiasaan. Bahkan, puasa telah diwajibkan kepada umat-umat terdahulu sebelum umat Nabi Muhammad saw. Hal ini menegaskan bahwa puasa merupakan bagian dari sistem pendidikan ruhani yang Allah tetapkan sepanjang sejarah manusia. Tujuan utamanya adalah membentuk ketakwaan, yaitu kesadaran untuk menjaga diri dalam ketaatan kepada Allah di setiap kondisi.

Puasa juga termasuk dalam rukun Islam yang menjadi fondasi utama agama. Rasulullah saw bersabda:

“Islam dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan salat, menunaikan zakat, berhaji, dan berpuasa di bulan Ramadan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa puasa Ramadan bukan ibadah tambahan, melainkan pilar penting dalam bangunan keislaman seseorang. Dengan demikian, Ramadan dipilih sebagai bulan pelaksanaan puasa karena ia memiliki kedudukan istimewa dalam syariat Islam.

Keistimewaan Ramadan ditegaskan dalam firman Allah Swt:

“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang salah.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an, kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam. Karena itu, puasa di bulan ini memiliki hubungan erat dengan proses penyucian diri agar hati lebih siap menerima petunjuk Allah. Dalam keadaan lapar dan dahaga, manusia belajar merendahkan diri, menyadari kelemahannya, dan memperkuat hubungannya dengan Sang Pencipta. Puasa menjadi sarana untuk membersihkan hati dari kesombongan dan melatih kesabaran.

Dari sisi sejarah, kewajiban puasa Ramadan ditetapkan pada tahun kedua Hijriah setelah Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah. Sebelumnya, umat Islam telah mengenal puasa, seperti puasa pada hari Asyura. Namun kemudian Allah menetapkan Ramadan sebagai bulan puasa wajib dengan aturan yang lebih sempurna dan berlaku hingga sekarang. Ketetapan ini menunjukkan bahwa syariat Islam diturunkan secara bertahap, sesuai dengan kesiapan umat.

Selain sebagai kewajiban, puasa Ramadan juga mengandung hikmah sosial yang besar. Ketika seseorang merasakan lapar dan dahaga, ia belajar memahami kondisi orang-orang yang hidup dalam kekurangan. Ketika ia mampu menahan amarah dan menjaga lisan, ia sedang membentuk akhlak yang lebih baik. Puasa melatih kedisiplinan, kejujuran, dan pengendalian diri, karena ibadah ini sangat bergantung pada kesadaran pribadi meskipun tidak selalu terlihat oleh manusia lain.

Dengan demikian, puasa ditunaikan di bulan Ramadan karena bulan ini memiliki kedudukan yang istimewa sebagai bulan turunnya Al-Qur’an dan bulan pembinaan spiritual. Ia bukan sekadar waktu untuk menahan lapar, tetapi momentum untuk membangun ketakwaan, memperbaiki akhlak, dan memperkuat hubungan dengan Allah Swt. Ramadan adalah bulan pendidikan jiwa, dan puasa adalah metode yang Allah tetapkan untuk membentuk pribadi yang lebih sabar, lebih bersyukur, dan lebih bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA