Hukum Islam atas Sumpah Istri kepada Suami, Bisa Jadi Dosa

Hukum Islam atas Sumpah Istri kepada Suami, Bisa Jadi Dosa


Risdawati
05/06/2026
9 VIEWS
SHARE

Setiap rumah tangga pasti menghadapi ujian, baik berupa masalah kecil maupun besar. Dalam kondisi emosi yang memuncak, terkadang kata-kata yang tidak pantas terlontar, termasuk sumpah buruk kepada pasangan. Hal ini bisa terjadi pada suami maupun istri. Namun, bagaimana jika seorang istri yang lebih dahulu melontarkan sumpah kepada suaminya? Mari kita telaah hukum Islam terkait hal ini.

Jangan Pernah Melawan Suami

Suami adalah pemimpin dalam rumah tangga. Ia memikul amanah untuk menuntun, melindungi, dan menegakkan keadilan sesuai tuntunan Islam. Hak kepemimpinan ini bukan berarti suami bebas berbuat sewenang-wenang, tetapi menegaskan tanggung jawab besar yang harus dijalankan.

Allah Swt berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 34:

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka) ...” (QS. An-Nisa:34).

Ayat ini menegaskan bahwa kedudukan suami sebagai pemimpin harus dihormati, dan istri tidak boleh melawan apalagi menyumpahi suaminya.

Menyumpahi Suami Termasuk Perbuatan Durhaka

Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw bersabda:

“Melaknat orang mukmin bagaikan membunuhnya, barang siapa bunuh diri dengan sesuatu di dunia, maka dia akan disiksa di akhirat dengan sesuatu yang digunakannya untuk bunuh diri.” (HR. Ahmad:15790).

Menyumpahi suami termasuk amal buruk yang dilarang. Perbuatan ini bisa mendatangkan dosa besar, karena sumpah atau laknat bukan sekadar kata-kata, melainkan doa yang bisa berbalik kepada pelakunya.

Ancaman bagi Istri yang menyumpahi Suaminya

Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah Saw menjelaskan bahwa dosa sumpah akan ditanggung oleh pihak yang memulai, kecuali jika yang dizalimi melampaui batas dalam membela diri. Artinya, seorang istri yang menyumpahi suami akan menanggung dosanya sendiri, terlebih jika suami memaafkan atau tidak membalas.

Istri Harus Selalu Berbuat Baik kepada Suami

Ketaatan seorang istri kepada suami adalah bentuk ibadah. Rasulullah Saw bersabda:

“Dan sebaik-baik istri adalah yang taat pada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tidak suka membicarakan hal yang tidak berguna, tidak cerewet, tidak bersuara hingar-bingar, dan setia pada suaminya.” (HR. An-Nasa’i).

Namun, ketaatan ini tetap memiliki batas. Jika suami memerintahkan kepada kemaksiatan, maka istri tidak wajib taat. Islam menolak kezaliman, tetapi tetap menuntut adab dalam menasihati, bukan dengan sumpah atau laknat.

Menyumpahi suami bukanlah jalan keluar dari masalah rumah tangga. Sebaliknya, hal itu bisa menjerumuskan istri pada dosa besar dan durhaka. Islam mengajarkan agar setiap konflik diselesaikan dengan nasihat, kesabaran, dan doa. Ketika emosi memuncak, sebaiknya seorang istri berzikir dan mengingat Allah Swt, agar terhindar dari ucapan yang bisa merusak keharmonisan rumah tangga.

Oleh karena itu, menjaga lisan adalah bagian dari menjaga kehormatan diri dan keluarga. Sumpah buruk hanya akan menambah luka, sementara kelembutan dan doa akan membuka pintu keberkahan.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA