Menampilkan postingan dengan label "perjuangan"
Hari Peringatan Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta: Enam Jam yang Mengguncang Dunia
Nurul Aisyah 01/03/2026
Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta merupakan aksi militer TNI dan rakyat yang berhasil menguasai kota selama enam jam untuk membuktikan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih berdiri setelah Agresi Militer Belanda II. Meski Belanda kembali merebut kota, serangan ini sukses mematahkan propaganda bahwa RI telah runtuh, memperkuat posisi diplomasi Indonesia di mata internasional, dan menjadi simbol keteguhan serta perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan.
Hari Pemberontakan PETA: Sejarah Perlawanan dan Refleksi Generasi Kini
Nurul Aisyah 14/02/2026
Hari Pemberontakan PETA mengenang perlawanan pasukan PETA di Blitar pada 14 Februari 1945 terhadap Jepang sebagai simbol keberanian dan kesadaran kebangsaan. Meski dipadamkan, peristiwa ini memperkuat semangat kemerdekaan dan menjadi refleksi bagi generasi kini untuk menjaga integritas, persatuan, serta nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Hari Tuli Nasional: Momentum Kepedulian dan Kesetaraan
Risdawati 11/01/2026
Setiap tanggal 11 Januari Indonesia memperingati Hari Tuli Nasional, sebuah momentum penting untuk mengenang sekaligus melanjutkan kembali perjalanan panjang perjuangan komunitas Tuli di Indonesia dalam memperoleh pengakuan, kesetaraan, dan pemenuhan hak-hak dasar sebagai warga negara. Peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang refleksi bersama untuk memahami bahwa keberagaman adalah bagian dari realitas sosial yang harus diterima dan dihormati. Hari Tuli Nasional mengajak kita untuk melihat isu ketulian bukan sebagai keterbatasan semata, melainkan sebagai bagian dari identitas manusia yang memiliki potensi, martabat, dan hak yang setara.
Makna Kepahlawanan di Era Digital: Siapa Pahlawan Kita Hari Ini?
Risdawati 10/11/2025
Dulu, pahlawan dikenal dari seragam dan senjatanya. Dari pekik “Merdeka!” yang menggema di medan perang dan langkah gagah yang menantang maut demi tanah air. Kini, pahlawan tak selalu berdiri di garis depan dengan bambu runcing di tangan. Mereka hadir di balik layar ponsel, di tengah bencana, di ruang-ruang sunyi tempat kebaikan masih diperjuangkan tanpa sorotan.
Kisah Mak Wati, Seorang Pemulung yang Telah Berdaya
Khaerun Nisa 24/06/2022
Ini kisah tentang Mak Wati (55), wanita tangguh yang harus menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi pemulung karena sang suami sudah bertahun-tahun lumpuh. Sampah-sampah plastik inilah yang menjadi tumpuan hidupnya bersama ketiga orang anaknya dan suami tercinta.