Klaten, (10/2) – Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bunda Sejati di Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom, Klaten, menunjukkan eksistensi yang kuat dalam sektor pemberdayaan ekonomi perempuan. Memasuki usia ketiga tahun, kelompok ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berhasil mengembangkan beragam produknya secara signifikan.
Awalnya, KUB Bunda Sejati hanya memfokuskan diri pada produksi tahu bacem. Namun, kini kelompok tersebut telah melakukan diversifikasi produk sesuai dengan permintaan pelanggan. Ragam kudapan tradisional seperti apem, peyek, hingga getuk kini rutin diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Ketua kelompok menyatakan bahwa aktivitas produksi dilakukan hampir setiap hari. Khusus untuk produk tahu bacem, volume produksi harian mencapai enam kotak atau sekitar 400 potong. Jumlah ini belum termasuk pesanan camilan lain yang dipesan secara khusus oleh pelanggan.
“Saat ini, omzet harian yang dihasilkan oleh kelompok Bunda Sejati berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp600 ribu,” ungkap salah satu perwakilan kelompok.
Pencapaian KUB Bunda Sejati saat ini merupakan hasil dari proses panjang selama hampir tiga tahun. Sebelum aktif berproduksi seperti sekarang, kelompok ini terlebih dahulu fokus pada tahap pelatihan, pendampingan, serta penguatan internal dan pemetaan pasar. Strategi yang matang di awal tersebut kini membuahkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi para anggota di Desa Tibayan.