Zakat atau Sedekah? Jangan Sampai Tertukar!

Zakat atau Sedekah? Jangan Sampai Tertukar!


Nurul Aisyah
12/02/2026
18 VIEWS
SHARE

Berbagi adalah salah satu ajaran utama dalam Islam yang tidak hanya menumbuhkan kepedulian sosial, tetapi juga menjadi sarana penyucian jiwa dan harta bagi setiap muslim yang melaksanakannya dengan penuh kesadaran. Meskipun sama-sama berbentuk pemberian dan sama-sama mendatangkan pahala, zakat dan sedekah memiliki kedudukan yang berbeda dalam syariat sehingga tidak bisa diposisikan secara setara. Zakat bersifat wajib bagi yang telah memenuhi syarat tertentu, sedangkan sedekah bersifat sunnah dan lebih fleksibel dalam pelaksanaannya. Ketika perbedaan ini tidak dipahami secara utuh, seseorang bisa saja merasa telah cukup berbagi melalui sedekah, padahal kewajiban zakat yang menjadi tanggung jawabnya belum benar-benar ditunaikan.

Zakat merupakan kewajiban yang telah ditetapkan secara tegas dalam Al-Qur’an dan termasuk bagian dari rukun Islam yang menjadi fondasi keimanan seorang muslim. Allah Swt berfirman:

“Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Perintah ini menunjukkan bahwa zakat memiliki kedudukan yang sangat penting dan tidak dapat dianggap sebagai pilihan sukarela. Zakat memiliki ketentuan yang jelas mengenai nisab, haul, serta jenis harta yang wajib dizakati, dan pelaksanaannya pun harus tepat sasaran sesuai aturan yang telah ditetapkan dalam syariat. Karena itu, zakat tidak dapat digantikan dengan sedekah biasa meskipun sama-sama berupa pemberian, sebab zakat adalah kewajiban yang memiliki konsekuensi tanggung jawab di hadapan Allah Swt.

Sementara itu, sedekah memiliki cakupan yang jauh lebih luas dan tidak terikat pada batas minimal harta maupun waktu tertentu, sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja sesuai dengan kemampuan dan kelapangan hatinya. Sedekah tidak hanya berupa materi, tetapi juga mencakup segala bentuk kebaikan yang memberi manfaat bagi orang lain. Rasulullah saw bersabda:

“Setiap kebaikan adalah sedekah.” (HR. Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa membantu sesama, berkata baik, memberi nasihat dengan lembut, hingga tindakan sederhana yang membawa manfaat termasuk dalam kategori sedekah apabila diniatkan karena Allah Swt. Dengan keluasan makna tersebut, sedekah menjadi ladang amal yang terbuka setiap saat dan dapat memperkuat rasa empati serta solidaritas sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Perbedaan mendasar ini menunjukkan bahwa zakat berfungsi sebagai kewajiban yang menyucikan harta dan menjaga keseimbangan sosial secara sistematis, sedangkan sedekah menjadi bentuk kelapangan hati yang memperluas kebaikan dan mempererat hubungan antarmanusia secara sukarela. Zakat menegaskan tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan ketika syaratnya telah terpenuhi, sementara sedekah menjadi ruang tambahan untuk memperbanyak pahala dan menumbuhkan kepekaan sosial. Keduanya sama-sama indah dan berpahala, tetapi harus ditempatkan sesuai dengan kedudukannya agar ibadah berbagi benar-benar bernilai sempurna di sisi Allah Swt.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA