Khubaib bin ‘Adi, Pahlawan yang Syahid di Tiang Salib!

Khubaib bin ‘Adi, Pahlawan yang Syahid di Tiang Salib!


Siti Adidah
07/09/2023

Sebagai manusia biasa yang terkadang lalai akan perintah-Nya, kadang juga mudah lemah imannya, kisah-kisah sahabat Rasulullah selalu menjadi cara untuk kembali meningkatkan keimanan. Ujian keimanan kita yang sekarang rasanya tidak seberapa jika dibandingkan dengan ujian para sahabat Rasulullah. Akan tetapi, mereka tetap teguh dengan imannya. Salah satu peristiwa bersejarah ada pada kisah Khubaib bin ‘Adi; pahlawan yang syahid di tiang salib dan oranag pertama yang menunaikan dua rakaat sunah sebelum subuh.

Khubaib bin ‘Adi sangat terkenal di Madinah dan merupakan sahabat Anshar. Ia seorang yang jujur, bertakwa, dan mulia. Ia seorang yang lapang dada tetapi tegas dan keras dalam masalah kebenaran.

Suatu hari, Rasulullah hendak menyelidiki orang-orang Quraisy. Hendak mencari tahu kemana tujuan gerak mereka. Beliau kemudian mengutus beberapa sahabat untuk melakukan penyelidikan. Salah satu sahabat yang terpilih adalah Khubaib. Dalam penyelidikan itu, Khubaib dan Zaid terkena serangan musuh, ia diikat dengan tali. Para sahabat yang lain berusaha melepaskan ikatan itu. Namun, mereka tidak berhasil.

Baca juga: Kisah Lelaki yang Salah Sasaran, Bersedekah untuk Pencuri, Pezina, dan Orang Kaya

Dalam kondisi tersebut, Khubaib menyerahkan hidupnya kepada Allah, ia mencoba bersikap tenang dan tetap teguh pada imannya. Kaum musyrikin menawarkan kepada Khubaib bahwa ia akan dibebaskan jika meninggalkan Rasulullah dan Tuhannya. Namun, Kubaib menolaknya. Penolakan itu yang kemudian membuat kaum musyrik marah. Ketika mereka gagal membujuk Khubaib, akhirnya mereka menyeret Khubaib untuk dihukum.

Sebelum dihukum, Khubaib meminta izin untuk salat dua rakaat. Ia lalu berdoa kepada Allah Swt.,. Setelah selesai, kaum musyrikin menyiapkan hukuman untuk Khubaib. Pada saat itu, Khubaib pun disalib pada sebuah tiang. Lalu, tanpa rasa belas kasih, pasukan musyrikin menghujani dengan anak panah. Dalam keadaan tak berdaya, seorang pemuka Quraisy menghampirinya dan berkata, "Sukakah engkau bila Muhammad menggantikanmu sementara kau sehat wal afiat bersama keluargamu?"

“Demi Allah, tak sudi aku bersama anak istriku selamat menikmati kesenangan dunia, sementara Rasulullah terkena musibah walau oleh sepotong duri!" jawab Khubaib dengan tegas.

Maka tanpa ampun lagi, pedang algojo pun menghabisi Khubaib. Sebelum ruh meninggalkan raga, Khuaib sempat berucap, "Ya Allah, kami telah menyampaikan tugas dari Rasul-Mu, maka mohon disampaikan pula kepadanya esok, tindakan orang-orang itu terhadap kami."

Baca juga: Kisah Pasangan Suami Istri yang Mendadak Kaya di Zaman Nabi Musa

Pada saat itu, orang-orang musyrikin meninggalkan Khubaib dalam keadaan masih tersalib. Allah Swt., menjawab langsung doa Khubaib, inilah kemudian yang membuat Rasulullah secara mendadak mengutus Miqdada bin Amar dan Zubair dari Madinah untuk menyusul Khubaib ke tempat persaliban tersebut.

Setiba di tempat tersebut, Khubaib telah tiada. Terlihat bagaimana senyum kedamaian tergambar di wajahnya. Dengan hati yang sangat berduka, kedua utusan dari Rasulullah kemudian melepaskan Khubaib dari tiang salib kemudian membawa dan memakamkannya.

Sahabat, peristiwa nahas ini mengingatkan kita bahwa iman tidak bisa ditukar dengan apapun, bahkan ketika kita sedang dalam keadaan terpuruk atau bahaya sekalipun. Iman adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Sebegitu kuatnya iman-iman orang terdahulu. Lantas bagaimana dengan iman kita?

BACA JUGA