Transformasi Pak Lamsah: Dari Pencari Kayu Ilegal Menuju Kemandirian Ekonomi

Transformasi Pak Lamsah: Dari Pencari Kayu Ilegal Menuju Kemandirian Ekonomi


Risdawati
16/04/2026
19 VIEWS
SHARE

Lamsah, seorang pria berusia 53 tahun asal Desa Mangkalapi, kini menapaki babak baru yang penuh rasa syukur dalam hidupnya. Sebagai ayah dari empat orang anak, ia merupakan salah satu sosok yang berhasil menjangkau kemandirian melalui program Rumah Pembiayaan Pertanian (RPP) dari Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat LAZ Al Azhar. Namun, keberhasilan yang ia nikmati hari ini bukanlah hasil dari perjalanan yang mudah.

Dilema di Tengah Hutan Mangkalapi

Dahulu, demi menghidupi keluarga, Pak Lamsah menggantungkan nasibnya pada aktivitas pencarian kayu ilegal di kawasan hutan Mangkalapi. Pekerjaan yang penuh risiko dan ketidakpastian tersebut lambat laun kian menghimpit posisinya. Seiring waktu, kayu semakin sulit ditemukan dan pendapatan yang ia peroleh jauh dari kata cukup untuk sekadar memenuhi kebutuhan pokok harian. Di tengah kebuntuan ekonomi itulah, titik balik hidupnya dimulai.

Membuka Lahan Harapan Baru

Kehadiran pendampingan dari LAZ Al Azhar melalui program RPP membuka jalan bagi Pak Lamsah untuk beralih profesi menjadi petani tanaman pangan dan hortikultura. Dengan bekal modal seadanya, ia mengawali langkah baru dengan membuka lahan seluas satu hektar di dekat kediamannya. Dukungan penuh pun mengalir dari LAZ Al Azhar yang membantu menyediakan modal usaha berupa bibit unggul, pupuk, serta obat-obatan pertanian yang diperlukan.

Pada masa awal bertanam padi, jagung, sayuran, dan jahe, hasil panen yang didapat semula hanya cukup untuk konsumsi sehari-hari. Meski demikian, semangat Pak Lamsah tidak lantas surut. Ia terus menempa diri dengan belajar dan mengembangkan teknik usaha taninya. Berkat kegigihan tersebut, ia berhasil memperluas lahan garapannya hingga mencapai tiga hektar dengan varietas komoditas yang serupa.

Buah Manis Ketekunan dan Rasa Syukur

Ketekunan yang disertai pendampingan berkelanjutan akhirnya membuahkan hasil yang melimpah. Perubahan signifikan mulai tampak pada kualitas hidup keluarganya. Keuntungan dari hasil tani kini tidak hanya cukup untuk makan, tetapi juga mampu mewujudkan impian untuk membangun rumah yang lebih layak serta membeli kendaraan guna menunjang operasional pertaniannya. Prestasi yang paling membanggakan bagi beliau adalah keberhasilannya menguliahkan anak ketiga, sebuah harapan besar untuk memutus rantai keterbatasan di masa depan.

Kesejahteraan yang kini dirasakan Pak Lamsah adalah buah dari keberanian meninggalkan masa lalu dan memilih jalan yang lebih berkah. Dengan penuh ketulusan, beliau menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Mangkalapi serta LAZ Al Azhar yang telah setia mendampingi proses transformasinya. Beliau berharap agar program-program kebaikan ini terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat lainnya.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA