Tasikmalaya, (19/6) — Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Berkah Jaya Berdikari menggelar pertemuan rutin bulanan di Saung Ilmu Kawasan Berdikari, Desa Sukanagalih, pada Kamis (19/6/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota KSM, serta Dasamas LAZ Al Azhar.
Pertemuan itu membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan penguatan kelembagaan dan pengembangan program ekonomi masyarakat. Tiga hal utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi penguatan administrasi kelompok, pembagian bagi hasil Rumah Pembiayaan Pertanian (RPP), serta penetapan harga beli gabah untuk musim panen mendatang.
Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, KSM Berkah Jaya Berdikari terus melakukan pembenahan administrasi. Penguatan sistem pencatatan, pengelolaan keuangan, dan pelaporan berkala menjadi perhatian utama agar operasional kelompok berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Pada kesempatan yang sama, KSM juga membagikan bagi hasil kepada anggota yang mengikuti program Rumah Pembiayaan Pertanian (RPP) dengan skema akad ba'i salam. Sebanyak empat anggota menerima dana bagi hasil dengan nominal yang berbeda, mulai dari Rp55.000 hingga Rp165.000. Besaran yang diterima masing-masing anggota disesuaikan dengan volume gabah yang dijual kepada kelompok.
Selain itu, para peserta menyepakati harga beli gabah untuk musim panen berikutnya. Melalui kesepakatan bersama, KSM Berkah Jaya Berdikari menetapkan harga beli gabah kering giling (GKG) dalam program Rumah Pembiayaan Pertanian sebesar Rp7.000 per kilogram. Penetapan harga ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasar sekaligus mendukung kesejahteraan petani anggota.
Melalui sinergi antara petani, Dasamas LAZ Al Azhar, dan kader lokal, pertemuan rutin ini diharapkan terus menjadi wadah penguatan kelembagaan serta mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat di Desa Sukanagalih.