Jarang Orang Tahu! Inilah Hikmah Tiap Waktu Salat!

Jarang Orang Tahu! Inilah Hikmah Tiap Waktu Salat!


Risdawati
03/08/2026
11 VIEWS
SHARE

“Salat adalah tiang agama”. Begitulah bunyi hadis yang populer di kalangan muslim. Rukun Islam kedua ini diperintahkan langsung oleh Allah Swt kepada setiap hamba yang beriman. Dalam sehari, seorang Muslim mengerjakan 17 rakaat dalam lima waktu apapun kondisinya, sebagaimana dalam hadis riwayat Muslim no. 612.

Namun, pernahkah kita bertanya: “Mengapa setiap rakaat dalam salat itu berbeda?”, “Mengapa tidak tiga kali saja seperti agama lain?”, “Mengapa bukan seminggu sekali?”

Meski tidak tertulis secara jelas dalam Al-Qur’an, ketentuan rakaat dalam salat diriwayatkan dalam beberapa hadis maupun disandarkan pada sunah Nabi Muhammad saw. Berikut kisah dan hikmah pada setiap rakaat dalam salat.

Salat Subuh

Salat Subuh pertama kali dikerjakan oleh Nabi Adam a.s. ketika ia diturunkan ke bumi. Saat itu, Nabi Adam a.s. merasa ketakutan karena malam yang gelap gulita. Namun, ketika fajar mulai menyingsing dan cahaya matahari mulai terbit, rasa takut itu perlahan menghilang. Karena itu, Nabi Adam a.s. mengerjakan salat sebanyak dua rakaat sebagai ungkapan syukur atas hilangnya kegelapan malam dan terbitnya fajar.

Salat Subuh hanya berjumlah dua rakaat, dimulai dari waktu fajar sampai terbitnya matahari. Sayangnya, tidak sedikit dari umat muslim yang malas menunaikannya, apalagi bila harus bangun di pagi hari. Padahal, keutamaannya sangat besar, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang salat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah…” (HR. Muslim no. 163).

Salat Zuhur

Salat Zuhur pertama kali dikerjakan oleh Nabi Ibrahim a.s. setelah ia menunaikan janji kepada Allah Swt dalam peristiwa kurban. Beliau mengerjakan salat sebanyak empat rakaat sebagai bentuk syukur atas peristiwa tersebut, hilangnya kesedihan dirinya pada anaknya, permohonan rida kepada Allah Swt, dan syukur atas karunia berupa qibas dari surga.

Sementara itu, salat Zuhur dikerjakan jika matahari sudah tergelincir ke barat. Di hari Jumat, waktu Zuhur digunakan untuk salat Jumat. Salat Zuhur pula yang pertama kali diajarkan Nabi saw kepada para sahabat. Keutamaannya juga besar, sebagaimana dijelaskan dalam hadis: “Barang siapa yang melaksanakan salat Zuhur dengan khusyuk maka Allah akan memberinya taman di surga.” (HR. Abu Dawud).

Salat Asar

Salat Asar pertama kali dikerjakan oleh Nabi Yunus a.s., tidak lama setelah dikeluarkan dari perut ikan nun. Sama halnya dengan Nabi Ibrahim a.s., beliau melaksanakan salat sebanyak empat rakaat sebagai ungkapan syukurnya karena diselamatkan dari kegelapan isi perut ikan, perairan, dan malam hari.

Salat Asar dikerjakan tatkala panjang bayangan benda melebihi tinggi benda itu sendiri. Salat ini sangat penting dikerjakan sebab para malaikat senantiasa melaporkan ibadah salat seorang hamba di waktu tersebut. Sebagaimana dalam hadis: “Barangsiapa meninggalkan salat Asar, maka terhapuslah amalannya” (HR. Bukhari no. 594).

Salat Magrib

Salat Magrib pertama kali dikerjakan oleh Nabi Isa a.s. usai dikejar oleh kaumnya di waktu terbenamnya matahari. Nabi Isa a.s. melaksanakan salat tiga rakaat sebagai bentuk pemantapan tauhid, penghilangan tuduhan dari kaumnya, serta penguatan keyakinan bahwa segala ketetapan dari Allah Swt.

Salat ini memiliki durasi yang paling pendek, selama belum hilangnya cahaya senja di ufuk barat. Salat ini juga menjadi awal dimulainya hari dalam kalender Hijriah. Meskipun hanya tiga rakaat, salat ini memiliki keutamaan yang besar, bahkan sangat dianjurkan untuk ditunaikan secara berjamaah.

Sebagaimana dalam hadis: “Barangsiapa yang membaca ‘laa ilaaha illallah (sampai) wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir’ sebanyak sepuluh kali setelah salat Magrib, maka Allah mengirimkan padanya para tentara untuk menjaganya dari gangguan setan hingga datang waktu Subuh, Allah menuliskan baginya sepuluh kebajikan, menghapus sepuluh dosa besarnya, dan pahala memerdekaan sepuluh orang budak yang beriman.’” (HR. Tirmidzi).

Salat Isya

Salat Isya pertama kali dilaksanakan oleh Nabi Musa a.s. di kota Madyan, setelah ditimpa empat kesedihan, yaitu sedih karena meninggalkan istrinya, saudaranya (Nabi Harun a.s.), putranya, dan kezaliman Fir’aun. Allah Swt menyelamatkannya dari keempat kesedihan itu, sehingga Nabi Musa a.s. melaksanakan salat sebanyak empat rakaat. Kemudian, setelah peristiwa Isra’ Mikraj Nabi Muhammad saw juga pertama kali melaksanakan salat qasar pada waktu Isya (salat safar) sebanyak dua rakaat.

Salat Isya menjadi salat dengan durasi terpanjang, yaitu sampai pertengahan malam. Sama halnya dengan salat Subuh, salat ini juga dilalaikan oleh banyak orang, padahal keutamaannya juga besar. Sebagaimana dalam hadis: “Tidak ada salat yang paling berat bagi orang munafik daripada salat Subuh dan Isya. Seandainya mereka mengetahui pahala keduanya, pasti mereka mendatanginya walaupun dalam keadaan merangkak.” (H.R. Bukhari, no. 657 dan Muslim, no. 651)

Wallahu a’lam bish-shawwab.

 

Author: Rafi Hamdallah

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA