Cilacap, (30/7) – Kelompok Wanita Tani (KWT) Cahaya Gemilang terus mengembangkan potensi kopi lokal di Desa Dondong, Kabupaten Cilacap. Melalui keterlibatan para anggotanya, kelompok tersebut mengolah hasil panen kopi secara mandiri, mulai dari pemetikan, penyangraian, hingga menjadi kopi bubuk yang dipasarkan di lingkungan sekitar. Kegiatan pengolahan kopi ini dilaksanakan pada Kamis (30/7/2026).
Budidaya kopi di Desa Dondong bermula dari inisiatif salah seorang petani setempat, Solihin, yang sebelumnya pernah bekerja di bidang pertanian kopi di Sumatera. Berbekal pengalaman tersebut, ia mulai mengembangkan tanaman kopi liberika dan robusta di kawasan pegunungan Mandala dengan harapan komoditas tersebut dapat berkembang dan diikuti oleh petani lainnya.
Hingga saat ini, sekitar 300 pohon kopi telah ditanam. Proses budidaya dan pengolahannya masih dilakukan secara manual, mulai dari pemetikan buah, penjemuran, penyangraian, penumbukan, hingga menjadi kopi bubuk siap konsumsi.
Dalam satu musim panen, tanaman kopi tersebut menghasilkan sekitar satu hingga dua kuintal biji kopi. Hasil olahannya dipasarkan melalui toko-toko di sekitar desa, sekaligus memenuhi pesanan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, termasuk acara hajatan.
KWT Cahaya Gemilang turut berperan dalam proses pengolahan kopi, mulai dari panen hingga penyangraian dan penumbukan. Selain itu, kelompok tersebut juga mengembangkan pembibitan kopi menggunakan bibit yang tumbuh alami di sekitar kebun. Bibit kemudian dipindahkan ke dalam polybag untuk dijual kepada warga yang ingin mulai membudidayakan tanaman kopi.
Menurut Dasamas LAZ Al Azhar, pengembangan kopi tersebut hingga kini masih mengandalkan peralatan sederhana. Usulan bantuan mesin pengupas kopi pernah diajukan, namun belum terealisasi sehingga seluruh tahapan produksi masih dilakukan secara manual.
Ke depan, Dasamas dan KWT Cahaya Gemilang berharap pengembangan kopi di Desa Dondong dapat terus ditingkatkan, terutama dalam penataan proses produksi, pengolahan, hingga pengemasan. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi hasil panen sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat yang tertarik mengembangkan budidaya kopi di wilayah tersebut.