Jebakan Ngabuburit: Doomscrolling hingga Azan Berkumandang

Jebakan Ngabuburit: Doomscrolling hingga Azan Berkumandang


Nurul Aisyah
12/03/2026
20 VIEWS
SHARE

Ngabuburit merupakan salah satu tradisi yang identik dengan bulan Ramadan. Istilah ini merujuk pada aktivitas yang dilakukan untuk menunggu waktu berbuka puasa. Banyak orang memanfaatkan waktu menjelang Maghrib dengan berbagai kegiatan ringan agar waktu terasa lebih cepat. Namun, di era digital seperti sekarang, ngabuburit sering kali dihabiskan dengan menggulir layar ponsel dan menelusuri media sosial tanpa henti. Aktivitas melihat berbagai konten secara terus-menerus ini dikenal dengan istilah doomscrolling.

Salah satu alasan mengapa doomscrolling sering terjadi saat ngabuburit adalah karena waktu menunggu berbuka terasa berjalan lebih lambat. Ketika tubuh sedang menahan lapar dan haus, seseorang cenderung mencari hiburan yang cepat dan mudah diakses. Media sosial kemudian menjadi pilihan karena menawarkan aliran konten yang seolah tidak ada habisnya. Tanpa disadari, seseorang bisa menghabiskan waktu cukup lama di depan layar hingga azan Maghrib berkumandang.

Padahal, puasa tidak hanya berkaitan dengan menahan lapar dan haus. Puasa juga mengajarkan seseorang untuk mengendalikan diri dan menjaga kesadaran terhadap apa yang dilakukan. Hal ini sejalan dengan firman Allah Swt dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan, yaitu kemampuan untuk mengendalikan diri dan menjaga perilaku.

Karena itu, waktu ngabuburit sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat. Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan adalah membaca, baik membaca Al-Qur’an maupun bacaan lain yang bernilai positif. Membaca membantu seseorang untuk lebih fokus dan memberikan kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat dari arus informasi yang terlalu cepat. Selain itu, membaca juga dapat menghadirkan ketenangan sehingga waktu menunggu berbuka terasa lebih bermakna.

Dengan demikian, ngabuburit bukan sekadar cara untuk membunuh waktu sebelum berbuka. Momen ini dapat menjadi kesempatan untuk memaknai waktu dengan lebih baik serta melatih pengendalian diri selama menjalani ibadah puasa. Dengan mengurangi kebiasaan doomscrolling dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih bermanfaat, seseorang dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang, fokus, dan penuh kesadaran.

 

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA