Ingin Puasa Muharam? Catat Jadwal Tasua dan Asyura Berikut Ini

Ingin Puasa Muharam? Catat Jadwal Tasua dan Asyura Berikut Ini


Risdawati
18/06/2026
18 VIEWS
SHARE

Bulan-bulan dalam Islam selalu menghadirkan kesempatan untuk memperbanyak ibadah. Setiap bulan memiliki keutamaan dan amalan yang dianjurkan, termasuk bulan Muharam yang menjadi pembuka tahun dalam kalender Hijriah. Pada bulan yang dimuliakan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, salah satunya melalui puasa sunah.

Muharam termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah Swt. Karena kedudukannya yang istimewa, Rasulullah saw menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada bulan ini. Bahkan, dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah saw menyebut puasa di bulan Muharam sebagai puasa yang paling utama setelah Ramadan.

Di antara puasa sunah yang paling dikenal pada bulan Muharam adalah puasa Tasua dan Asyura. Kedua puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharam serta memiliki keutamaan yang besar.

Berdasarkan kalender Hijriah 1448 H, jadwal pelaksanaan puasa tersebut adalah sebagai berikut:

a. Puasa Tasua (9 Muharam 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026

b. Puasa Asyura (10 Muharam 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026

Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سُنَّةِ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an sunnati Tasu'a lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya berniat puasa sunah Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an sunnati 'Asyura lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala."

Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura

Keutamaan puasa Muharam dijelaskan dalam hadis Rasulullah saw:

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharam.” (HR Muslim).

Sementara itu, puasa Asyura memiliki keutamaan khusus. Rasulullah SAW bersabda:

“Aku berharap kepada Allah agar puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”  (HR Muslim).

Imam Nawawi menjelaskan, maksud dosa yang diampuni pada hadis tersebut adalah dosa kecil atau paling tidak mendapatkan keringanan atas dosa besar atau pengangkatan derajat seorang hamba

Selain itu, Rasulullah saw juga menganjurkan puasa Tasua pada 9 Muharam sebagai pembeda dari tradisi kaum Yahudi yang berpuasa pada 10 Muharam. Karena itu, para ulama menganjurkan pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura secara berurutan agar lebih sesuai dengan sunah Rasulullah saw.

Bagi umat Islam yang ingin memperbanyak ibadah pada awal tahun Hijriah, puasa Tasua dan Asyura dapat menjadi salah satu amalan yang dipersiapkan. Dengan mengetahui jadwal dan tata cara pelaksanaannya, puasa sunah ini dapat dijalankan dengan lebih optimal sesuai tuntunan Rasulullah saw.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA