Menyambut Ramadan dengan Membuka Lembaran Baru

Menyambut Ramadan dengan Membuka Lembaran Baru


Nurul Aisyah
16/02/2026
17 VIEWS
SHARE

Ramadan adalah bulan yang selalu dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Kehadirannya bukan hanya menandai kewajiban berpuasa, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri secara menyeluruh. Menyambut Ramadan dengan membuka lembaran baru berarti menata kembali niat, memperbaiki kualitas ibadah yang masih kurang, serta meninggalkan kebiasaan yang tidak baik. Di tengah kehidupan yang sering dipenuhi kesibukan dan kelalaian, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri dan menyusun langkah perubahan yang lebih terarah. Allah Swt berfirman:

“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

Ayat ini menegaskan bahwa taubat adalah perintah bagi seluruh orang beriman. Artinya, setiap muslim memerlukan perbaikan diri tanpa memandang seberapa baik amalnya selama ini. Ramadan menjadi kesempatan yang sangat tepat untuk melaksanakan perintah tersebut karena suasana ibadah lebih kuat, semangat beramal meningkat, dan peluang mendapatkan ampunan terbuka luas. Bulan ini mengajarkan bahwa perubahan tidak harus menunggu waktu lama, tetapi bisa dimulai dari sekarang dengan langkah yang nyata. Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Ramadan memiliki nilai yang besar apabila dijalankan dengan iman dan keikhlasan. Pengampunan dosa menjadi salah satu keutamaan yang dijanjikan, namun hal itu berkaitan erat dengan kesungguhan dalam beribadah. Karena itu, Ramadan seharusnya diisi dengan peningkatan kualitas salat, memperbanyak membaca Al-Qur’an, menjaga ucapan, serta memperbaiki sikap terhadap sesama. Ibadah yang konsisten selama sebulan penuh diharapkan mampu membentuk kebiasaan baik yang terus berlanjut setelah Ramadan berakhir.

Membuka lembaran baru juga berarti menjadikan kesalahan masa lalu sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai alasan untuk menyerah. Setiap orang tentu memiliki kekurangan dan pernah melakukan kesalahan, tetapi Islam mengajarkan bahwa pintu taubat selalu terbuka. Bahkan Rasulullah saw tetap beristighfar setiap hari sebagai bentuk keteladanan dalam menjaga kedekatan dengan Allah Swt. Sikap ini menunjukkan bahwa memperbaiki diri adalah proses yang terus dilakukan sepanjang hidup.

Menyambut Ramadan hendaknya disertai komitmen yang jelas untuk berubah menjadi lebih baik. Perubahan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memperbaiki disiplin salat, mengurangi perbuatan yang sia-sia, serta meningkatkan kepedulian sosial. Jika dijalani dengan sungguh-sungguh, Ramadan dapat menjadi titik awal pembentukan pribadi yang lebih bertanggung jawab dalam beribadah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, membuka lembaran baru bukan sekadar ungkapan, tetapi menjadi langkah nyata yang membawa perbaikan berkelanjutan.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA