Menampilkan postingan artikel "lainnya"
Ketika Rasulullah Diperlihatkan Neraka dalam Perjalanan Isra Mikraj
Risdawati 15/01/2026
Peristiwa Isra Mikraj dikenal luas sebagai perjalanan agung Rasulullah saw yang melahirkan perintah salat lima waktu bagi umat Islam. Namun, di balik peristiwa monumental tersebut, terdapat rangkaian pengalaman lain yang mengandung banyak pelajaran penting. Dalam perjalanan suci itu, Rasulullah saw juga diperlihatkan keadaan neraka, bukan sebagai tontonan yang menakutkan semata, melainkan sebagai bentuk pendidikan ilahi agar manusia memahami bahwa kehidupan dunia memiliki konsekuensi yang nyata di akhirat. Peringatan ini menunjukkan bahwa kasih sayang Allah tidak hanya hadir dalam bentuk keringanan ibadah, tetapi juga melalui peringatan agar manusia tidak terjerumus tanpa kesadaran.
Kapan Isra Mikraj 2026 di Indonesia?
Risdawati 14/01/2026
Isra Mikraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang selalu diperingati umat Muslim setiap tahunnya. Selain memiliki makna keagamaan yang mendalam, peringatan Isra Mikraj juga menjadi bagian dari kalender nasional di Indonesia karena ditetapkan sebagai hari libur nasional. Oleh karena itu, menjelang bulan Rajab, banyak masyarakat mulai mencari informasi mengenai kapan Isra Mikraj diperingati, termasuk kepastian tanggalnya dalam kalender Masehi serta statusnya sebagai tanggal merah.
Candaan yang Merusak Rasa Aman
Risdawati 13/01/2026
Dalam beberapa waktu terakhir, ruang publik, terutama media sosial, dipenuhi berbagai percakapan tentang candaan yang melampaui batas, komentar bernada merendahkan, serta respons masyarakat terhadap kasus kekerasan dan pelecehan. Isu-isu ini tidak selalu hadir dalam bentuk peristiwa besar, tetapi sering muncul dari hal-hal yang tampak sepele: guyonan di tongkrongan, komentar di kolom media sosial, atau obrolan ringan yang dianggap tidak berbahaya. Justru karena tampilannya yang kasual, banyak orang tidak menyadari bahwa pola semacam ini membentuk cara pandang kolektif terhadap tubuh, martabat, dan rasa aman seseorang.
Dari Gelap Menuju Cahaya: Kisah Taubat Imam Fudhail bin ‘Iyadh
Risdawati 13/01/2026
Sejarah Islam menghadirkan banyak kisah tentang perubahan hidup yang lahir dari hidayah Allah Swt. Salah satunya adalah perjalanan taubat Imam Fudhail bin ‘Iyadh. Pada masa mudanya, Fudhail dikenal sebagai seorang perampok jalanan yang beraksi seorang diri. Ia menghadang para musafir di malam hari, merampas harta mereka, dan menjadi sumber ketakutan bagi siapa saja yang melintas. Hidupnya dipenuhi dosa dan kemaksiatan, jauh dari nilai-nilai kebaikan. Namanya dikenal bukan sebagai sosok terhormat, melainkan sebagai ancaman bagi keamanan orang lain. Namun, Allah Swt yang Maha membolak-balikkan hati memiliki rencana yang jauh lebih besar bagi dirinya.
Sejarah Pensyariatan Puasa Ramadan dan Kisah di Baliknya
Risdawati 12/01/2026
Puasa Ramadan merupakan salah satu ibadah paling agung dalam Islam yang tidak hanya berperan sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai sarana pembinaan jiwa dan pembentuk ketakwaan seorang Muslim. Ibadah ini melatih manusia untuk menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, serta menumbuhkan kesadaran bahwa hidup tidak semata-mata mengikuti keinginan jasmani. Namun, kewajiban besar ini tidak disyariatkan secara tiba-tiba kepada umat Islam. Di balik perintah puasa Ramadan terdapat sejarah panjang yang menunjukkan kelembutan, hikmah, dan kasih sayang Allah Swt dalam mendidik hamba-hamba-Nya agar siap menjalankan perintah tersebut dengan penuh kesadaran dan keimanan.
Bahagia Hadir Saat Hati Tak Lagi Iri
Risdawati 11/01/2026
Dalam kehidupan sehari-hari, rasa iri sering kali tumbuh tanpa kita sadari. Ia hadir ketika mata terlalu lama membandingkan, ketika hati terlalu sering menilai hidup orang lain dari apa yang tampak di permukaan. Kita melihat pencapaian, kebahagiaan, atau kemudahan yang dimiliki seseorang, lalu secara perlahan merasa hidup sendiri tertinggal. Dari situlah kegelisahan bermula, bukan karena hidup kita kurang, melainkan karena hati sibuk mengukur kebahagiaan dengan standar orang lain. Padahal, kebahagiaan tidak pernah lahir dari perbandingan, tetapi dari hati yang mampu menerima dan mensyukuri apa yang Allah Swt tetapkan.
Hari Tuli Nasional: Momentum Kepedulian dan Kesetaraan
Risdawati 11/01/2026
Setiap tanggal 11 Januari Indonesia memperingati Hari Tuli Nasional, sebuah momentum penting untuk mengenang sekaligus melanjutkan kembali perjalanan panjang perjuangan komunitas Tuli di Indonesia dalam memperoleh pengakuan, kesetaraan, dan pemenuhan hak-hak dasar sebagai warga negara. Peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang refleksi bersama untuk memahami bahwa keberagaman adalah bagian dari realitas sosial yang harus diterima dan dihormati. Hari Tuli Nasional mengajak kita untuk melihat isu ketulian bukan sebagai keterbatasan semata, melainkan sebagai bagian dari identitas manusia yang memiliki potensi, martabat, dan hak yang setara.
Hari Gerakan Satu Juta Pohon: Ikhtiar Bersama Menjaga Kelestarian Bumi
Risdawati 10/01/2026
Setiap tanggal 10 Januari, Indonesia memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon sebagai momentum refleksi terhadap kondisi lingkungan sekaligus ajakan untuk mengambil peran nyata dalam menjaga kelestarian alam. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa bumi yang kita tempati hari ini adalah warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang, bukan sekadar sumber daya yang dapat dieksploitasi tanpa batas.
Dunia Bukan untuk Mengejar Approval Manusia
Risdawati 09/01/2026
Dalam perjalanan hidup, manusia sering kali tanpa sadar terjebak pada keinginan untuk diakui dan dinilai baik oleh orang lain. Kita ingin dianggap berhasil, ingin dipuji atas pencapaian, dan ingin pilihan hidup kita diterima oleh lingkungan sekitar. Keinginan ini perlahan membentuk cara kita bersikap, berbicara, bahkan memengaruhi keputusan-keputusan penting dalam hidup. Tidak sedikit orang yang akhirnya melakukan sesuatu bukan karena keyakinan hati, melainkan karena takut tidak sesuai dengan ekspektasi orang lain atau khawatir dianggap kurang oleh dunia. Padahal, dunia ini tidak diciptakan sebagai panggung pembuktian diri, dan hidup bukanlah kompetisi untuk menunjukkan siapa yang paling hebat atau paling sempurna di mata manusia.
Asma’ binti Yazid: Sang Juru Bicara Kaum Wanita
Risdawati 09/01/2026
Dalam sejarah Islam, terdapat banyak sosok perempuan mulia yang memiliki peran besar dalam perkembangan dakwah, meskipun kisahnya tidak selalu dikenal luas. Salah satunya adalah Asma’ binti Yazid radhiyallahu ‘anha, seorang shahabiyah Anshar yang dikenal sebagai Sang Juru Bicara Kaum Wanita. Julukan ini bukan sekadar sebutan, melainkan cerminan keberanian, kecerdasan, dan kepedulian beliau terhadap berbagai masalah kaum perempuan di masa Rasulullah saw. Dengan adab yang tinggi dan pemahaman agama yang baik, Asma’ menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang untuk bertanya, berdialog, serta memperjuangkan pemahaman agama secara mendalam tanpa keluar dari batas-batas syariat.