Panen Raya Petani Ngadirejo Berlangsung di Tengah Musim Kemarau

Panen Raya Petani Ngadirejo Berlangsung di Tengah Musim Kemarau


Risdawati
24/07/2026
14 VIEWS
SHARE

Wonogiri, (24/7) – Anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Gemah Ripah di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mulai melaksanakan panen raya padi di tengah musim kemarau. Momen panen ini menjadi hasil dari kerja keras para petani setelah sekitar tiga bulan menjalani proses budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman.

Bagi para petani, panen raya merupakan waktu yang paling dinantikan karena menjadi penentu hasil dari seluruh usaha dan biaya yang telah dikeluarkan selama satu musim tanam. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, para anggota KSM Gemah Ripah bersyukur karena musim tanam kali ini dapat dilalui dengan baik.

Salah satu dukungan yang dirasakan petani berasal dari Program Rumah Pembiayaan Pertanian (RPP) berbasis akad syar’i yang membantu memenuhi kebutuhan pembiayaan pertanian. Program tersebut memberikan kemudahan bagi anggota KSM dalam menyiapkan modal usaha tani sehingga proses budidaya dapat berjalan lebih optimal.

Meski demikian, musim kemarau tetap menjadi tantangan utama. Ketersediaan air yang semakin terbatas berdampak pada pertumbuhan tanaman di sejumlah lahan. Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen di beberapa lokasi belum mencapai hasil yang optimal.

Meski menghadapi keterbatasan air, para petani tetap berupaya merawat tanaman hingga masa panen. Setelah kurang lebih 90 hari masa tanam, padi di lahan beberapa anggota KSM berhasil dipanen. Mereka juga bersyukur karena tanaman pada musim ini tidak mengalami serangan hama maupun penyakit yang berarti.

Hasil panen selanjutnya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus dijual sebagai sumber pendapatan. Kabar baiknya, harga gabah pada musim panen kali ini berada di kisaran Rp8.800 per kilogram, sehingga memberikan nilai tambah bagi petani meskipun produktivitas di sebagian lahan belum maksimal akibat keterbatasan pasokan air.

Panen raya ini menjadi bukti bahwa semangat petani tetap terjaga meski harus menghadapi musim kemarau. Dengan dukungan pembiayaan yang memadai serta kegigihan dalam mengelola lahan, para anggota KSM Gemah Ripah terus berupaya menjaga keberlanjutan usaha pertanian sebagai sumber penghidupan keluarga.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA