Kuatkan Ketahanan Pangan, Warga Desa Waringinsari Ikuti Pelatihan Pembuatan Nutrisi Bioremediasi dan Bio Amino

Kuatkan Ketahanan Pangan, Warga Desa Waringinsari Ikuti Pelatihan Pembuatan Nutrisi Bioremediasi dan Bio Amino


Eliyah
05/03/2024

Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar berkolaborasi dengan Bank Indonesia menggelar pelatihan yang merupakan bagian dari klaster ketahanan pangan dari program Desa Berdikari. Kegiatan ini sukses dilaksanakan di Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, pada Jumat (01/3).

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 25 orang warga Desa Waringinsari. Masyarakat diberikan pemahaman dan pelatihan terkait cara-cara pembuatan nutrisi bioremediasi dan bio amino. Selain untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan pupuk berbahan alami, kegiatan ini juga dihadirkan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya pupuk alami yang sehat dan menyehatkan bagi tanaman dan lingkungan. Selain itu, tujuan lainnya adalah agar masyarakat tani bisa menjadikan diri dan lingkungannya mandiri pupuk sehingga tidak terus menerus mengandalkan pupuk bersubsidi.

Bertepatan di Saung Ilmu, kelompok Tani Mekar Harum berkumpul untuk melaksanakan pelatihan kelima ini. Mereka menyambut dengan antusiasme tinggi yang sangat terlihat pada saat pelatihan berlangsung.

Baca juga: Kisah Mak Wati, Seorang Pemulung yang Telah Berdaya

Ahmad Syawaludin, selaku pemateri menyampaikan bahwa nutrisi bioremediasi dan bio omino sangat bermanfaat bagi petani bagi peningkatan kualitas produksi pertanian mereka. "Nutrisi bioremediasi bermanfaat sebagai penetralisir racun atau bahan kimia yang terdapat di lahan. Sedangkan bio amino sendiri bermanfaat sebagai peningkat bobot rendaman padi," ucapnya.

Pembuatan kedua formula ini terbuat dari bahan-bahan yang ramah lingkungan karena berbahan dasar organik atau tersedia di lingkungan, sehingga hasil dari pupuknya akan sangat baik karena tanpa bahan kimia.

Enceng (53), sebagai salah satu warga Desa Waringinsari mengucapkan rasa syukur karena berkat pelatihan ketahanan pangan ini dapat memperkaya pengetahuan dan keterampilannya selaku petani.

"Alhamdulillah pelatihan kelima ini makin memperkaya pengetahuan dan keterampilan kami selaku petani akan pembuatan pupuk alami yang menyehatkan," ungkap Enceng.

BACA JUGA