Isra Mikraj dan Hikmahnya

Isra Mikraj dan Hikmahnya



13/02/2023

Peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad memiliki sejumlah hikmah dan pelajaran yang luar biasa. Momentum yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab ini menjadi hal yang penting bagi umat muslim di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri Isra Mikraj jatuh pada tanggal 18 Februari 2023 mendatang. 

Dalam pengertiannya Isra Mikraj merupakan peristiwa yang berbeda namun terjadi dalam waktu yang bersamaan sehingga disebut dengan Isra Mikraj. Kata Isra sendiri memiliki arti yakni perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Mekah menuju Yerussalem, atau dalam bahasa Arab, Isra berarti “ perjalanan di malam hari”. Sedangkan Mikraj yaitu perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha. Adapun dalam bahasa Arab kata Mikraj berarti tangga, untuk mengangkat, dan naik. 

Perjalanan Nabi Muhammad menuju sidratul muntaha menjadi tujuan akhir perjalanan Isra Mikraj untuk menerima perintah salat lima waktu dari Allah SWT. Berdasarkan jumhur para ulama Isra Mikraj terjadi pada tahun 621 M, atau tahun 10/11 dari kenabian (Bi’tsah).

Adapun bukti Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra Mikraj diabadikan dalam sejumlah ayat Al Quran maupun hadits. Sebagaimana disinggung dalam surah Al Isra' ayat 1, yang Artinya; 

"Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."

Dilansir dari portal NU Online, peristiwa Isra Mikraj memiliki begitu banyak hikmah yang dapat dipetik diantaranya;

Pertama, tingginya derajat kehambaan. Pada surat Al Isra’ ayat satu, kata yang digunakan untuk menyebut Nabi Muhammad SAW adalah ‘Abdun’ yang memiliki arti hamba. Ini menunjukan hamba yang benar-benar bertakwa kepada Allah SWT mendapat derajat yang begitu tinggi di sisi-Nya. Penyebutan ini juga tercantum dalam surat lainnya seperti Al Baqarah ayat 23 dan Al Jin ayat 19.

Kedua, bekal dakwah yang kuat. Sebelum peristiwa Isra Mikraj, orang-orang yang Nabi cintai dan mendukung misi dakwahnya sepenuh hati silih berganti meninggal dunia, di sisi lain penindasan kaum Quraisy semakin meningkat. Bertubi-tubi ujian yang Allah berikan ini, agar Nabi benar-benar tangguh dalam berdakwah.

Ketiga, menyampaikan kebenaran walaupun itu pahit. Setelah Nabi mengalami perjalanan Isra Mikraj lantas beliau menceritakan apa yang dialaminya kependuduk Makkah. Namun, banyak orang yang tidak percaya dan menganggap bahwa kejadian tersebut tidak masuk akal. Namun, Nabi tetap menyampaikan hal tersebut, ini menunjukan bahwa kebenaran harus disampaikan walaupun banyak penolakan.

Baca juga: Selagi Masih Ada Waktu, Yuk Perbanyak Amalan Ini di BulanRajab!

Keempat, menghapus syariat nabi-nabi terdahulu. Saat peristiwa Isra Mikraj, Rasulullah SAW menjadi imam salat bagi nabi-nabi terdahulu. Ini bukti bahwa mereka tunduk dan mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi isyarat bahwa syariatnya telah menghapus syariat nabi-nabi sebelumnya. 

Kelima, betapa istimewanya Masjidil Aqsa bagi umat muslim. Masjid yang berada di Palestina menjadi tujuan Nabi dalam perjalanan Isra sebelum akhirnya bertolak ke Sidratul Muntaha. Bahkan masjid ini pernah menjadi kiblat salat sebelum akhirnya menghadap Ka’bah. Adapun pahala salat di Baitul Maqdis (Masjid Al Aqsha) juga 500 kali lipat dibandingkan di masjid biasa.

Keenam, Islam merupakan agama yang suci. Ketika Nabi Muhammad SAW diberi pilihan antara air susu dan khamr saat Mikraj, Nabi lebih memilih susu. Kemudian Malaikat Jibril AS berkata, “Engkau telah diberi hadiah kesucian.” Ini sebagai isyarat bahwa Islam adalah agama suci (fitrah).

Ketujuh, nilai penting persoalan ibadah salat. Peristiwa Isra Mikraj merupakan waktu diisyaratkannya salat lima waktu secara langsung kepada Nabi Muhammad tanpa perantara malaikat Jibril atau lainnya. Hal ini menunjukkan betapa salat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam.

Kedelapan, memantapkan Nabi Muhammad saw. Sebelum Mikraj, Rasulullah hanya mendengar info terkait surga, neraka, dan hal-hal gaib lainnya melalui wahyu. Ini namanya ‘ilmul yaqin, Nabi mengimaninya tapi belum melihat langsung.

Subhanallah, betapa luar biasanya hikmah dari peristiwa Isra Mikraj, semoga kita senantiasa dapat menjalankan apa yang diperintahkan Allah SWT dan apa yang disunahkan oleh Nabi Muhammad SAW.

BACA JUGA