Benarkah Sahur Hanya dengan Kurma dan Air Termasuk Sunah?

Benarkah Sahur Hanya dengan Kurma dan Air Termasuk Sunah?


Nurul Aisyah
02/03/2026
29 VIEWS
SHARE

Menjelang bulan Ramadan, sering muncul anggapan di tengah masyarakat bahwa sahur yang benar-benar sesuai sunnah adalah hanya dengan makan kurma dan minum air saja. Tidak sedikit yang kemudian mencoba menjalankannya karena ingin mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw secara maksimal dalam setiap aspek ibadah. Namun dalam praktiknya, sebagian orang justru merasa lemas, kurang bertenaga, bahkan kesulitan menjalani aktivitas harian. Dari sinilah muncul pertanyaan: apakah benar sahur hanya dengan kurma dan air memang termasuk sunah yang secara khusus dianjurkan?

Jika merujuk kepada dalil yang sahih, yang secara tegas dianjurkan dalam syariat adalah perintah untuk bersahur, bukan membatasi jenis makanannya. Nabi Muhammad saw bersabda:

“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa inti sunnah terletak pada pelaksanaan sahur itu sendiri, karena di dalamnya terdapat keberkahan yang Allah berikan bagi orang yang hendak berpuasa. Artinya, siapa pun yang makan atau minum pada waktu sahur dengan niat menjalankan ibadah puasa, maka ia telah melaksanakan sunnah tersebut, tanpa ada ketentuan bahwa sahur harus dengan jenis makanan tertentu.

Memang benar bahwa kurma memiliki keutamaan dalam ajaran Islam, terutama ketika berbuka puasa. Nabi Muhammad saw bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan kurma, karena ia mengandung keberkahan.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Hadis ini menunjukkan anjuran berbuka dengan kurma, bukan pembatasan sahur hanya dengan kurma dan air. Adapun makan kurma pada dasarnya adalah perkara mubah, yaitu boleh. Ia bisa bernilai pahala jika diniatkan untuk mengikuti tuntunan Nabi Muhammad saw atau untuk membantu menjalankan ibadah dengan lebih baik. Namun tidak ada dalil yang menyatakan bahwa sahur yang paling sunnah adalah hanya dengan kurma dan air saja.

Islam adalah agama yang dibangun di atas prinsip kemudahan dan keseimbangan. Allah Swt berfirman:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Ayat ini menegaskan bahwa syariat puasa tidak dimaksudkan untuk menyulitkan umat Islam, melainkan agar dijalankan dengan kesiapan fisik dan mental yang baik. Jika seseorang hanya makan kurma dan air lalu merasa kuat serta mampu beraktivitas sepanjang hari tanpa gangguan, maka hal itu tidak mengapa. Namun jika cara tersebut justru menyebabkan kelemahan dan menghambat ibadah atau kewajiban lainnya, maka tidak ada tuntunan untuk memaksakan diri.

Tujuan utama sahur adalah memberikan energi agar seseorang mampu menjalankan puasa hingga waktu berbuka dengan baik. Karena itu, mengonsumsi makanan yang bergizi, seimbang, dan sesuai kebutuhan tubuh justru lebih mendukung tercapainya hikmah puasa. Setiap daerah memiliki kebiasaan makanan yang berbeda-beda, dan selama makanan tersebut halal serta tidak berlebihan, maka hal itu tetap dibolehkan dalam syariat. Menggabungkan makanan pokok yang mengenyangkan dengan kurma sebagai tambahan tentu juga merupakan pilihan yang baik dan bijak.

Dengan demikian, sahur hanya dengan kurma dan air bukanlah syarat agar dianggap mengikuti sunnah. Yang dianjurkan secara jelas adalah bersahur karena di dalamnya terdapat keberkahan sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw. Jenis makanan dapat disesuaikan dengan kondisi fisik dan kebutuhan masing-masing individu. Yang terpenting adalah menjaga niat, melaksanakan sahur sebelum terbit fajar, serta menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan dan kesiapan agar ibadah Ramadan menjadi lebih kuat dan penuh keberkahan.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA