Cianjur, (13/8) — Kegiatan belajar agama di Saung Ilmu Nagrak, Cianjur, berlangsung selepas Zuhur dengan melibatkan sekitar 120 anak usia sekolah dasar dari dua kampung. Selain belajar mengaji, para santri mendapatkan pembelajaran dasar keislaman, termasuk materi tentang rukun iman.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Saung Ilmu Nagrak membekali anak-anak dengan kemampuan baca tulis Al-Qur’an sekaligus pengetahuan agama yang dibutuhkan dalam melanjutkan pendidikan.
Da’i Sahabat Masyarakat Saung Ilmu Nagrak mengatakan, kebutuhan tersebut menjadi perhatian pengurus karena di Cianjur, anak yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP salah satunya perlu memiliki ijazah madrasah. Selain itu, calon siswa juga akan menghadapi tes baca Al-Qur’an dan bacaan doa salat.
“Kami pengurus Saung Ilmu merasa terpanggil untuk ikut serta membekali anak usia sekolah dasar dengan ilmu baca tulis Al-Qur’an,” ujarnya.
Kebutuhan tersebut juga tidak terlepas dari pengalaman pada tahun sebelumnya. Sejumlah siswa kelas 6 SD disebut tidak dapat melanjutkan ke SMP karena tidak memiliki ijazah madrasah.
Untuk menjalankan pembelajaran, Saung Ilmu Nagrak bekerja sama dengan guru madrasah Diniyah sebagai tenaga pendidik. Para guru madrasah yang berada di bawah binaan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di kampung setempat turut menjadi pengajar di Saung Ilmu.
Dukungan orang tua turut mengiringi kegiatan tersebut. Anak-anak dari dua kampung juga menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan.
Ke depan, Saung Ilmu Nagrak berencana memperluas materi pembelajaran Al-Qur’an, antara lain melalui pembelajaran ilmu tajwid dan tahsin. Pengurus juga berencana menghadirkan pengajar yang lebih kompeten untuk mendukung pengembangan kemampuan anak-anak.
Upaya tersebut diarahkan agar anak-anak memiliki bekal keagamaan yang lebih baik sekaligus mampu menghadapi tuntutan pendidikan yang semakin kompetitif.