Ismawanto (53) adalah seorang pengrajin bambu sekaligus anggota UMKM asal Dusun Ngowah, Desa Banteh, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. Di balik usianya yang tak lagi muda, semangatnya untuk menafkahi keluarga tak pernah surut. Beliau memiliki dua orang anak, satu telah bekerja, sementara yang bungsu masih duduk di bangku sekolah.
Keseharian Ismawanto dipenuhi dengan pekerjaan serabutan. Meski begitu, di waktu senggangnya, beliau selalu menyempatkan diri menganyam bambu menjadi keranjang. Dalam sehari, beliau mampu memproduksi 8 hingga 10 buah keranjang. Dengan harga jual Rp3.000, per keranjang, pendapatan inilah yang menjadi tumpuan utama beliau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anaknya.
Namun, kini beban Ismawanto sedikit lebih ringan berkat kehadiran KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) di Kampung Zakat Bateh. KSM hadir memberikan solusi bagi para pengrajin yang selama ini terkendala modal maupun tenaga untuk mengambil bambu.
Melalui program ini, pihak KSM memotong bambu langsung dari tegalan dan mengantarkannya langsung ke rumah para pengrajin. Sistem pembayarannya pun sangat membantu: pengrajin bisa melunasi harga bambu sebesar Rp12.000 per batang setelah keranjang selesai dibuat dan laku terjual.
Konsep pemberdayaan ini menjadi angin segar bagi 15 pengrajin di Dusun Ngowah. Dengan adanya dukungan KSM, mereka yang sebelumnya terhambat oleh keterbatasan modal dan tenaga tebang kini dapat terus berkarya dan menjaga roda ekonomi keluarga tetap berputar.