Kenapa Musik Bisa Membawa Kita ke Masa Lalu?

Kenapa Musik Bisa Membawa Kita ke Masa Lalu?


Risdawati
15/07/2026
22 VIEWS
SHARE

Sering tiba-tiba tersenyum saat mendengar lagu yang sudah lama tidak diputar? Atau tanpa sengaja mengingat teman lama, suasana sekolah, bahkan perjalanan tertentu hanya karena beberapa detik pertama sebuah lagu terdengar?

Pengalaman seperti ini rupanya dialami banyak orang. Musik memang punya cara unik untuk memunculkan kenangan yang seolah sudah lama tersimpan. Bukan hanya mengingat sebuah peristiwa, tetapi juga menghadirkan kembali suasana dan emosi yang pernah dirasakan. Fenomena tersebut bukan sekadar sugesti. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa musik dan memori memang saling berkaitan.

Otak Menghubungkan Musik dengan Pengalaman

Saat mendengarkan musik, otak tidak hanya memproses nada dan lirik. Sejumlah bagian otak yang berperan dalam membentuk ingatan dan mengatur emosi juga ikut aktif. Dalam tinjauan yang diterbitkan Nature Reviews Neuroscience, musik diketahui melibatkan hippocampus, bagian otak yang berperan dalam pembentukan memori, serta amigdala yang berkaitan dengan emosi. Karena keduanya bekerja bersamaan, sebuah lagu sering kali “tersimpan” bersama pengalaman yang menyertainya.

Itu sebabnya lagu yang diputar saat wisuda, liburan keluarga, atau momen penting lainnya bisa langsung mengingatkan kita pada kejadian tersebut, meski telah berlalu bertahun-tahun.

Musik Mengingatkan Perasaan, Bukan Sekadar Peristiwa

Selain itu, yang kembali bukan hanya ingatannya, tetapi juga perasaannya. Sebuah lagu dapat membuat seseorang merasa tenang, haru, bahagia, atau bahkan rindu. Penelitian dari University of California, Davis, menunjukkan bahwa musik mampu membangkitkan beragam emosi yang cenderung dirasakan secara universal, meski pendengar berasal dari latar belakang budaya yang berbeda.

Karena itu, ketika mendengar lagu tertentu, seseorang bisa kembali merasakan emosi yang dulu menyertai momen tersebut. Seolah-olah kenangan itu diputar ulang bersama musik yang mengiringinya.

Mengapa Lagu Masa Remaja Sulit Dilupakan?

Coba ingat lagu yang populer saat kamu duduk di bangku SMA atau awal kuliah. Kemungkinan besar, lagu itu masih mudah dikenali meski sudah lama tidak didengar. Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai reminiscence bump. Para peneliti menemukan bahwa kenangan yang terbentuk pada rentang usia sekitar 10 hingga 30 tahun cenderung lebih kuat dibandingkan periode lain dalam hidup. Pada masa inilah banyak pengalaman penting terjadi, mulai dari mencari jati diri, menjalin pertemanan, hingga meraih pencapaian pertama.

Karena musik sering hadir dalam momen-momen tersebut, keduanya akhirnya melekat dalam ingatan.

Manfaat Musik Tidak Berhenti pada Hiburan

Hubungan antara musik dan memori juga dimanfaatkan di dunia kesehatan. Alzheimer's Society menyebutkan bahwa terapi musik dapat membantu sebagian penyandang demensia mengingat kembali pengalaman tertentu, mengurangi kecemasan, dan memperbaiki suasana hati. Meski bukan pengobatan untuk menyembuhkan penyakit, musik dapat menjadi sarana yang membantu seseorang tetap terhubung dengan kenangan yang dimilikinya.

Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh musik terhadap otak jauh lebih kompleks daripada yang selama ini kita bayangkan.

Setiap orang tentu memiliki lagu yang berbeda-beda. Lagu yang terasa biasa bagi seseorang bisa menjadi sangat berarti bagi orang lain karena pernah hadir pada masa yang sulit, membahagiakan, atau bahkan mengubah hidupnya. Mungkin itu sebabnya ada lagu yang tak pernah benar-benar usang. Bukan karena melodinya lebih indah daripada lagu lain, melainkan karena di baliknya tersimpan cerita yang masih dikenang hingga hari ini.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA