Kemenag dan LAZ Al Azhar Siapkan Kampung Zakat di Desa Dragan, Berdayakan Warga Lewat Potensi Lokal

Kemenag dan LAZ Al Azhar Siapkan Kampung Zakat di Desa Dragan, Berdayakan Warga Lewat Potensi Lokal


Risdawati
15/07/2026
22 VIEWS
SHARE

Boyolali, (9/7) – Kementerian Agama Kabupaten Boyolali bersama LAZ Al Azhar melalui Da'i Sahabat Masyarakat (Dasamas), Kantor Urusan Agama (KUA), Pemerintah Desa Dragan, serta tokoh masyarakat mulai mematangkan persiapan pembentukan Kampung Zakat di Dusun Tegalrejo, Desa Dragan, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam menyusun arah pengembangan Kampung Zakat sebagai program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan dan pembinaan keagamaan. Selain membahas pembentukan kepengurusan, peserta juga menyusun tahapan awal berupa penyusunan proposal program, proses perizinan, serta pemetaan kondisi dan potensi desa sebagai dasar pelaksanaan program.

Desa Dragan dipilih karena memiliki tantangan sekaligus peluang untuk dikembangkan. Di satu sisi, masih terdapat warga duafa dan masyarakat yang kerap menghadapi keterbatasan akses air saat musim kemarau. Di sisi lain, desa ini memiliki potensi lokal yang cukup besar, mulai dari pertanian tegalan dengan komoditas singkong dan talas, sektor peternakan yang menjadi mata pencaharian sebagian besar warga, hingga peluang pengembangan UMKM berbasis olahan hasil pertanian seperti keripik singkong.

Berbagai potensi tersebut diharapkan dapat saling menguatkan melalui pendampingan yang terarah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap. Pada tahap awal, program direncanakan menyasar satu dukuh dengan cakupan sekitar 170 hingga 200 kepala keluarga sebagai wilayah pendampingan.

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Boyolali juga menekankan pentingnya pendampingan yang profesional agar program Kampung Zakat dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sejalan dengan hal itu, Dasamas LAZ Al Azhar akan berperan sebagai pendamping di lapangan dengan memberikan pembinaan keagamaan sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki desa. Pendampingan tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi bersama Kementerian Agama, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar pelaksanaan program berjalan secara terarah.

Sementara itu, target dan indikator keberhasilan program masih dalam tahap pembahasan bersama calon pengurus Kampung Zakat. Seluruh rencana pelaksanaan, termasuk tahapan kegiatan dan sasaran program, akan dituangkan dalam proposal serta timeline yang disusun secara bertahap.

Melalui sinergi berbagai pihak tersebut, Kampung Zakat di Desa Dragan diharapkan dapat berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mampu mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat kehidupan keagamaan, serta mendorong meningkatnya kemandirian ekonomi warga secara berkelanjutan.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA