Wasta: Menjemput Mandiri di Saung Kecil

Wasta: Menjemput Mandiri di Saung Kecil


Risdawati
09/04/2026
23 VIEWS
SHARE

Wasta (51), pria kelahiran Karawang, menghabiskan delapan tahun hidupnya sebagai perantau di Arab Saudi. Di tanah suci itulah ia menemukan jodohnya, seorang wanita asal Kampung Pasircau, Cianjur. Sepulang dari perantauan, ia memilih menetap di kampung halaman sang istri untuk merajut masa depan baru.

Kini di Kampung Pasircau, Wasta dikenal sebagai sosok yang serbabisa. Selain mengelola lahan sebagai petani dan berkebun, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua RT. Namun, ada satu impian lama yang belum terwujud: menjadi peternak.

Ujian di Tengah Keterbatasan

“Dulu belum ada kesempatan, untuk belajar saja belum pernah,” kenang Wasta. Keinginan untuk mandiri sempat terbentur tembok kenyataan. Di masa awal merintis secara swadaya, ia pernah menghadapi badai saat ternaknya sakit di tengah minimnya modal. Demi menjaga kelangsungan hidup ternaknya, Wasta kerap bermalam di saung kecil dekat kandang. Ia merelakan waktu istirahatnya demi harapan yang sedang dibangun.

Titik Balik dan Keberkahan

Setelah penantian panjang, cahaya itu pun muncul saat program pemberdayaan LAZ Al Azhar hadir sebagai upaya pemulihan ekonomi pascagempa. Melalui KSM Sukawangi Sehati sekitar 1,5 tahun lalu, Wasta mendapatkan bantuan hewan ternak sekaligus pendampingan intensif.

Hasilnya nyata. Pada momen Iduladha tahun lalu, ia berhasil meraup keuntungan sebesar Rp1,6 juta. Dari modal awal yang terbatas, kini ternaknya telah berkembang menjadi 7 ekor. Transformasi ini membawa napas lega bagi dapur rumah tangganya, sebagaimana yang ia tuturkan:

“Alhamdulillah, sekarang memenuhi kebutuhan keluarga terasa lebih longgar,” ungkapnya penuh syukur.

Harapan bagi Masa Depan

Bagi Wasta, pencapaian saat ini barulah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang. Ia tidak ingin berhenti di sini, impian besarnya adalah terus mengembangkan usaha hingga benar-benar mencapai kemandirian modal yang kokoh. Semangat itu pun dibarengi dengan rasa syukur mendalam yang ia titipkan melalui doa bagi para dermawan yang telah membukakan jalan baginya:

“Program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan kami para peternak. Semoga ibadah kurban para donatur menjadi berkah dan kebaikannya terus mengalirkan manfaat bagi banyak orang."

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA