Di antara bulan-bulan mulia dalam Islam, Zulhijah menjadi salah satu waktu yang penuh keistimewaan. Tidak hanya identik dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, bulan ini juga dipenuhi berbagai amalan sunah yang dianjurkan bagi umat Muslim, salah satunya puasa Tarwiyah dan Arafah.
Kedua puasa ini dilaksanakan pada 8 dan 9 Zulhijah, atau dua hari menjelang Hari Raya Iduladha. Meski hukumnya sunah, banyak umat Islam tetap berusaha mengamalkannya karena keutamaan yang besar serta pahala yang dijanjikan.
Lantas, apa sebenarnya puasa Tarwiyah dan Arafah? Kapan pelaksanaannya, serta apa saja keutamaannya? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Puasa Tarwiyah dan Arafah?
Secara bahasa, kata Tarwiyah berasal dari bahasa Arab yang bermakna “membawa bekal air” atau “mempersiapkan persediaan air”. Pada masa dahulu, hari Tarwiyah dimanfaatkan para jamaah haji untuk menyiapkan perbekalan air sebelum melanjutkan perjalanan menuju Padang Arafah. Karena itulah, tanggal 8 Zulhijah dikenal sebagai Hari Tarwiyah.
Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, hari tersebut dianjurkan untuk diisi dengan amalan sunah, salah satunya berpuasa. Puasa Tarwiyah menjadi bentuk persiapan diri dalam menyambut hari Arafah dan Iduladha.
Sedangkan Arafah diambil dari nama tempat wukuf para jamaah haji, yaitu Padang Arafah. Pada hari tersebut, jutaan jamaah haji berkumpul untuk melaksanakan wukuf sebagai salah satu rukun utama ibadah haji.
Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, puasa Arafah pada 9 Zulhijah sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah saw. bersabda:
“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim).
Karena itu, puasa Arafah menjadi salah satu ibadah sunah yang paling banyak diamalkan menjelang Iduladha.
Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah Dilaksanakan?
Pada tahun 2026, 1 Zulhijah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah dapat dilaksanakan pada tanggal berikut:
Dua hari menjelang Iduladha ini juga sering dimanfaatkan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan mempersiapkan diri menyambut hari raya penuh makna tersebut.
Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
1. Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan Lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa Tarwiyah sunah karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'arafata sunnatan Lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa Arafah sunah karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa ini dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum tergelincirnya matahari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Keutamaan Puasa Arafah
1. Menghapus Dosa Dua Tahun
Puasa Arafah memiliki keutamaan berupa dihapuskannya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
2. Menjadi Amalan yang Dicintai Allah
Amalan saleh pada hari-hari awal Zulhijah termasuk ibadah yang sangat dicintai Allah Swt, termasuk puasa Tarwiyah dan Arafah.
3. Melatih Ketakwaan
Puasa menjadi sarana untuk menahan diri, memperbanyak doa, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.
Itulah penjelasan mengenai puasa Tarwiyah dan Arafah beserta waktu pelaksanaan dan keutamaannya. Semoga ibadah sunah ini dapat diamalkan dengan baik sebagai bagian dari menyambut Hari Raya Iduladha.