Bandung, (20/5) – Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bandung memperketat pengawasan lalu lintas dan kesehatan hewan kurban menjelang perayaan Iduladha. Langkah ini diambil guna menjamin seluruh daging kurban yang dikonsumsi masyarakat berada dalam kondisi aman, sehat, utuh, dan halal.
Salah satu pemeriksaan intensif dilakukan di Kelompok Swadaya Masyarakat Kelompok Usaha Bersama (KSM KUB) Jaya Amanah, sebuah peternakan binaan LAZ Al Azhar. Di lokasi tersebut, petugas memeriksa secara detail kondisi fisik domba yang hendak dijual kepada masyarakat.
Dokter Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bandung, Luthfiana Fitri Febrianingtyas, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini terbagi menjadi dua tahap utama, yaitu ante mortem sebelum hewan disembelih dan post mortem setelah hewan disembelih. Pada tahap ante mortem, petugas menyisir langsung lapak serta peternakan untuk mengecek indikasi klinis pada hewan.
Pemeriksaan fisik luar meliputi area mata yang harus cerah dan tidak berair, hidung serta mulut yang lembap tanpa cairan berlebih, hingga kondisi cermin hidung. Petugas juga memastikan bulu domba bersih serta tidak rontok saat diusap. Selain itu, hewan kurban disyaratkan harus aktif bergerak, tidak cacat seperti pincang atau buta, serta telah memenuhi syarat umur, yakni minimal satu tahun untuk kambing atau domba, dan dua tahun untuk sapi.
Luthfiana menambahkan, hewan yang dinyatakan lolos pemeriksaan fisik dan telah menerima vaksinasi akan ditandai dengan label telinga atau eartag. Pemilik peternakan kemudian diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai bukti resmi bahwa hewan tersebut layak dan aman untuk dikurbankan.
Tidak berhenti pada pemeriksaan fisik luar, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bandung juga menjadwalkan pemeriksaan post mortem di masjid-masjid saat hari penyembelihan. Petugas akan memeriksa organ dalam hewan, seperti hati, paru-paru, jantung, limpa, dan usus, serta karkas daging untuk mengantisipasi adanya cacing hati atau komplikasi penyakit lainnya.
Melalui layanan pemeriksaan berkala yang diberikan secara gratis ini, Pemerintah Kabupaten Bandung juga menyisipkan edukasi kepada para peternak dan panitia kurban mengenai tata cara penanganan daging yang higienis. Upaya jemput bola ini diharapkan dapat memberikan rasa aman secara menyeluruh bagi pemotong maupun masyarakat yang menerima distribusi daging kurban.