Tanah Bumbu, (21/5) – Wajah perekonomian domestik di Desa Mangkalapi, Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu kini mulai bergeser. Kelompok ibu rumah tangga yang semula tidak memiliki pendapatan tetap, saat ini telah bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi keluarga melalui keterampilan menjahit profesional.
Kemandirian ini lahir dari program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Mangkalapi, berkolaborasi dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Borneo Indobara (BIB) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar.
Melalui pelatihan intensif tersebut, para perempuan di desa ini tidak sekadar dibekali teori dasar, melainkan juga langsung diarahkan pada sektor produksi. Saat ini, kelompok jahit binaan tersebut dipercaya untuk memproduksi puluhan seragam karyawan perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah mereka setiap harinya.
Langkah ini dinilai efektif memutus rantai ketergantungan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru di tingkat desa. Program kolaboratif tersebut menjadi serapan nyata bahwa sektor industri dan lembaga sosial mampu menstimulus peningkatan harkat hidup serta kemandirian warga lokal secara berkelanjutan.
Mewakili seluruh peserta dan warga setempat, Pemerintah Desa Mangkalapi menyampaikan apresiasi mendalam kepada PT BIB atas dukungan pendanaan, penyediaan fasilitas, serta komitmennya dalam menyerap hasil produksi lokal sebagai seragam resmi karyawan perusahaan.
Penghargaan serupa juga ditujukan kepada LAZ Al Azhar yang secara konsisten melakukan pendampingan teknis dan pembinaan manajemen usaha sejak tahap awal. Guna merespons kepercayaan tersebut, kelompok penjahit Desa Mangkalapi berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas produk dan ritme produksi demi memastikan keberlanjutan roda ekonomi desa.