Depok, (28/7) – Sebanyak 135 pemuda dari 17 provinsi di Indonesia resmi memulai perjalanan baru melalui Pendidikan dan Ta'aruf Santri Rumah Gemilang Indonesia (RGI) Angkatan ke-35 di Kampus RGI Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa (28/7). Mereka merupakan peserta terpilih dari 224 pendaftar, dengan santri yang berasal dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menjadi peserta yang menempuh jarak terjauh untuk mengikuti pendidikan.
Selama enam bulan ke depan, para santri akan menjalani pendidikan vokasi yang tidak hanya membekali mereka dengan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha, tetapi juga membentuk karakter serta akhlakul karimah. Semangat inilah yang menjadi benang merah dalam pembukaan Angkatan ke-35 yang digelar secara hybrid dan dihadiri unsur pemerintah, dunia usaha, serta para mitra kolaborasi.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur LAZWaf Al Azhar Drs. H. Ali Subekhan, M.A., Kepala Direktorat Dakwah dan Sosial Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Drs. Ali Mahsar, M.Pd., Presiden Direktur PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) Robert Rerimassie, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Depok drg. Nessi Annisa Handari yang mewakili Wali Kota Depok, serta perwakilan Shopee, Betadio.
Rumah Gemilang Indonesia sendiri merupakan program unggulan LAZWaf Al Azhar di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), serta kolaborasi berbagai mitra, di antaranya PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) dan Shopee. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan keterampilan bagi generasi muda agar memiliki daya saing sekaligus mampu meningkatkan kualitas hidupnya.
Dalam sambutannya, Direktur LAZWaf Al Azhar, Ali Subekhan, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan di RGI tidak hanya diukur dari kemampuan teknis yang dimiliki para santri. Menurutnya, keterampilan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan akhlakul karimah agar para lulusan mampu menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Keberhasilan tidak hanya diukur dari keterampilan teknis. Manfaatkan enam bulan pendidikan ini untuk membangun kemampuan, karakter, integritas, dan akhlakul karimah sebagai bekal meraih masa depan,” ujarnya.
Ali Subekhan menjelaskan, minat masyarakat terhadap RGI terus menunjukkan perkembangan. Hingga Angkatan ke-35, program ini telah menerima 9.516 pendaftar, dengan 4.152 santri yang telah lulus dari Angkatan 1 hingga 34 dan kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Untuk mendukung proses pembelajaran, RGI saat ini mengelola enam kampus dengan sembilan program keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Dampak program tersebut juga tercermin dari kiprah para alumninya. Sekitar 50 persen lulusan telah bekerja di berbagai sektor, sementara 40 persen lainnya memilih mengembangkan usaha secara mandiri sesuai kompetensi yang dimiliki setelah memperoleh pengalaman kerja, dan 5 persen lainnya menjadi seorang entrepreneur atau pengusaha. Capaian tersebut menunjukkan bahwa RGI tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para muzzaki atau donatur, pemerintah, kementerian, dunia usaha, dunia industri, serta seluruh mitra yang selama ini terus mendukung keberlangsungan program RGI. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan mengembangkan potensi dan mengubah masa depannya.
Komitmen RGI dalam memberdayakan generasi muda juga mendapat dukungan dari berbagai mitra. Presiden Direktur PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), Robert Rerimassie, mengatakan bahwa perusahaan telah bermitra dengan RGI sejak 2019 melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan dan kesejahteraan.
Berdasarkan pemantauan terhadap para alumni, Robert menilai RGI telah memberikan dampak nyata dalam meningkatkan keterampilan pemuda sekaligus membuka peluang ekonomi bagi mereka. Karena itu, PALYJA terus mendukung program tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas.
“Kami bangga dapat terus berkolaborasi dengan Rumah Gemilang Indonesia. Program ini memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kompetensi para pemuda,” katanya.
Robert juga berpesan kepada seluruh santri Angkatan ke-35 agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya, baik dalam menguasai keterampilan teknis maupun membangun etika dan karakter sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Dukungan serupa datang dari Pemerintah Kota Depok. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Depok, drg. Nessi Annisa Handari, yang mewakili Wali Kota Depok, mengapresiasi konsistensi LAZWaf Al Azhar melalui Rumah Gemilang Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, tantangan dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar ijazah. Dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, etos kerja, kemampuan beradaptasi, motivasi untuk terus berkembang, serta karakter yang baik. Karena itu, ia mengajak para santri untuk menjalani setiap proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diperoleh.
Rangkaian pesan yang disampaikan pada pembukaan Angkatan ke-35 bermuara pada harapan yang sama, yakni agar para santri mampu menjadikan pendidikan di Rumah Gemilang Indonesia sebagai titik awal untuk mengubah masa depan. Dengan bekal keterampilan, karakter, dan dukungan dari berbagai pihak, mereka diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja atau membangun usaha secara mandiri, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.