Cilacap, (02/2) – Sektor pertanian Desa Dondong, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, menunjukkan perkembangan positif pada panen awal musim tanam pertama tahun ini. Peningkatan hasil panen padi ini memberikan dampak langsung terhadap ketersediaan pangan di tingkat desa.
Salah seorang petani yang tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kutut Manggung, Soiman, mengatakan hasil panen kali ini cukup memuaskan. Dari lahan seluas 250 ubin yang telah dipanen, ia memperoleh lebih dari dua ton gabah. Secara keseluruhan, Soiman mengelola lahan seluas 750 ubin yang terdiri dari lahan milik pribadi dan lahan sewa desa.
Menurut Soiman, peningkatan hasil panen dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang mendukung serta pengelolaan lahan yang semakin tertib. “Curah hujan cukup dan teratur. Selain itu, pemupukan dilakukan tepat waktu dan pengendalian hama berjalan efektif,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pengelolaan biaya tanam yang terencana menjadi salah satu faktor pendukung. Skema perencanaan pembiayaan pertanian yang diterapkan membantu petani dalam memenuhi kebutuhan produksi sejak masa tanam hingga panen.
Sementara itu, di tingkat pasar, harga gabah saat ini tergolong kompetitif. Gabah basah di tingkat tengkulak saat ini berada pada kisaran Rp6.500 per kilogram. Dengan hasil panen yang meningkat, petani di Desa Dondong mampu memasok gabah dalam jumlah besar ke pasar. Kondisi ini membuktikan bahwa produksi pangan di wilayah tersebut terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun.