Produksi Telur Bebek Meningkat, KWT Binaan LAZ Al Azhar Perluas Akses Pasar

Produksi Telur Bebek Meningkat, KWT Binaan LAZ Al Azhar Perluas Akses Pasar


Risdawati
29/07/2026
14 VIEWS
SHARE

Cilacap, (29/7) – Upaya pemberdayaan ekonomi melalui peternakan bebek petelur yang dijalankan Kelompok Wanita Tani (KWT) Cahaya Gemilang dan Maju Lestari di Desa Dondong terus menunjukkan perkembangan positif. Peningkatan produksi telur membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan pendapatan para anggotanya. 

Saat ini, dua kelompok yang beranggotakan 15 orang tersebut mengelola dua kandang dengan kapasitas 230 ekor bebek petelur. Dari jumlah tersebut, produksi telur telah mencapai sekitar 160 butir per hari. Angka ini meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahap awal usaha, ketika salah satu KWT yang memelihara 130 ekor bebek baru menghasilkan sekitar 50 butir telur per hari. Peningkatan produksi berlangsung secara bertahap seiring bertambahnya jumlah bebek yang memasuki masa bertelur. 

Sejalan dengan meningkatnya hasil produksi, pemasaran yang sebelumnya berfokus di lingkungan Desa Dondong kini mulai diperluas. Melalui sinergi bersama Kantor Wilayah LAZ Al Azhar Cilacap, Jawa Tengah, telur bebek hasil peternakan binaan tersebut direncanakan dipasarkan ke lima sekolah Al Azhar di wilayah Cilacap. Tidak hanya menjual telur segar, kelompok juga mulai mengembangkan produk olahan berupa telur asin karena memiliki nilai jual yang lebih tinggi. 

Pengembangan usaha tersebut ditargetkan mampu menghasilkan penjualan sekitar Rp6 juta per bulan dengan rata-rata pemasaran 100 butir telur per hari. Sementara itu, kapasitas produksi telur asin ditargetkan mencapai 300 butir dan saat ini masih dalam tahap pengembangan, termasuk proses penyusunan merek dan kemasan produk.

Berkembangnya usaha peternakan ini turut memberikan dampak terhadap kesejahteraan anggota. Pendapatan kelompok tercatat meningkat sekitar 50 persen, sedangkan pendapatan anggota bertambah sekitar 25 persen. Bahkan, usaha ini juga membuka peluang penghasilan bagi sejumlah anggota yang sebelumnya belum memiliki pendapatan tetap. Keuntungan yang diperoleh kelompok selanjutnya akan dialokasikan untuk menambah populasi bebek sebagai aset produktif sehingga kapasitas usaha dapat terus berkembang. 

Dalam menjalankan usaha, kelompok mengaku tidak menghadapi kendala berarti pada aspek produksi. Musim kemarau tidak memengaruhi produktivitas ternak, distribusi hasil juga berjalan lancar, dan ketersediaan pakan masih terjaga. Meski demikian, kelompok mencatat adanya kenaikan harga pakan sekitar Rp10.000 per karung. Tantangan yang masih dihadapi saat ini justru terletak pada perluasan pemasaran agar hasil produksi yang terus meningkat dapat terserap secara optimal.

Adapun telur bebek segar hasil peternakan binaan LAZ Al Azhar Cilacap saat ini dipasarkan dalam dua pilihan kemasan, yaitu kemasan isi empat butir seharga Rp10.000 per pacs dan kemasan isi enam butir seharga Rp15.000 per pacs. 

Ke depan, KWT Cahaya Gemilang dan Maju Lestari berharap model pemberdayaan melalui peternakan bebek petelur dapat dikembangkan di lebih banyak kelompok masyarakat. Pengembangan tersebut diharapkan tetap memperhatikan penempatan kandang yang berada jauh dari kawasan permukiman sehingga usaha dapat berkembang tanpa mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA