Cianjur, (03/6) – Program peternakan domba binaan LAZ Al Azhar dan Rumah Yatim di Desa Sukawangi, Cianjur, membuktikan bahwa kurban tidak hanya menghadirkan manfaat bagi penerima daging, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. Hal itu terlihat dari pembagian keuntungan usaha yang dilakukan kepada para peternak binaan pada Rabu (3/6/2026). Penyaluran daging kurban kali ini menjangkau masyarakat di Desa Sukawangi, Desa Nagrak, hingga beberapa wilayah di Sukabumi, termasuk SMPIA 7 Kota Sukabumi.
Program peternakan kolaboratif yang diwadahi oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sukawangi Sehati ini berhasil mencatat penjualan sebanyak 31 ekor domba kurban dengan total omzet mencapai Rp61,1 juta selama musim kurban tahun ini.. Setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp36,55 juta, program ini membukukan laba kotor sebesar Rp24,55 juta.
Berdasarkan kesepakatan kemitraan yang transparan, keuntungan tersebut dibagi dengan skema proporsional, yakni 60 persen untuk peternak dan 40 persen untuk KSM Sukawangi Sehati atau Saung Ilmu Kampung Perubahan. Melalui sistem bagi hasil yang dihitung dari harga awal pembelian ternak serta bobot akhir saat penjualan ini, para peternak menerima total bagian sebesar Rp14,73 juta. Sementara itu, KSM mendapatkan Rp9,82 juta, yang akan digunakan kembali untuk menjaga keberlanjutan program pemberdayaan.
Hasil usaha tersebut dirasakan langsung oleh para peternak binaan, bagi hasil diserahkan secara adil kepada empat peternak utama sesuai dengan kontribusinya. Wasta yang mengelola 11 ekor domba menerima bagi hasil terbesar, yaitu Rp6,27 juta, disusul oleh Dadang atau Mang Akay dengan 7 ekor domba sebesar Rp3,96 juta. Selanjutnya, Solehuddin yang mengelola 6 ekor domba mendapatkan Rp2,67 juta, dan Bubun dengan 7 ekor domba menerima Rp1,83 juta.
Bagi para peternak, hasil tersebut bukan sekadar angka keuntungan. Pendapatan tambahan dari program ini membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menjadi modal untuk mengembangkan usaha peternakan secara lebih mandiri di masa mendatang.
Selain penyerahan bagi hasil, momentum ini juga digunakan untuk melunasi pembayaran domba kurban milik mitra atau domba titipan yang digemukkan di kandang komunal Kampung Perubahan. Total pelunasan tersebut mencapai Rp12,1 juta untuk 7 ekor domba.
Keberhasilan program ini menjadi bukti nyata bahwa ibadah kurban tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima daging, tetapi juga mampu menjadi instrumen efektif dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Melalui penguatan usaha peternakan rakyat dan pola kemitraan yang berkelanjutan, para peternak lokal kini memiliki kesempatan nyata untuk meningkatkan pendapatan, memperkuat kapasitas usaha, serta membangun kemandirian ekonomi keluarga.
Melalui keberhasilan ini, pihak pengelola berharap ibadah para pekurban diterima oleh Allah Swt dan membawa keberkahan. Dukungan sinergis dari LAZ Al Azhar, Rumah Yatim, donatur, serta para relawan diharapkan dapat terus berlanjut guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, berdaya, dan sejahtera dari tingkat desa. Dari Kampung Perubahan untuk Indonesia Gemilang