Menghidupkan Literasi dari Pinggiran Desa

Menghidupkan Literasi dari Pinggiran Desa


Eliyah
30/08/2025
12 VIEWS
SHARE

Manggungsari, (29/8) – Di tengah tantangan rendahnya minat baca di daerah pedesaan, secercah inisiatif lahir dari Desa Manggungsari. Para pengurus Saung Ilmu Kawasan Berdikari dan Dai Sahabat Masyarakat (Dasamas) Al Azhar, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cipasung, menggelar diskusi pendirian Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Langkah ini menjadi batu loncatan dalam membangun budaya literasi yang lebih kuat di desa tersebut.

Program bertajuk Peningkatan Minat Baca, Literasi, dan Akses Pengetahuan Masyarakat Desa digagas sebagai bentuk nyata upaya pemberdayaan masyarakat melalui sektor pendidikan. TBM dirancang tak sekadar sebagai ruang membaca, melainkan sebagai ruang tumbuh bersama, tempat warga dapat mengakses pengetahuan dan memperluas wawasan secara inklusif.

Di balik inisiatif ini, para mahasiswa KKN Universitas Cipasung memperkenalkan konsep Digitalisasi, Optimalisasi, Baca Anak-Anak (DOMBA), sebuah pendekatan inovatif yang menggabungkan teknologi dan penguatan minat baca. Konsep ini dirancang agar kegiatan literasi tak berhenti pada tumpukan buku, tetapi juga menjangkau masyarakat melalui pendekatan digital dan partisipatif.

Fokus utama program ini adalah meningkatkan minat baca, memperkuat budaya literasi, dan memperluas akses terhadap informasi yang bermanfaat. Dengan berdirinya TBM, masyarakat diharapkan memiliki wadah pembelajaran berkelanjutan yang mendukung pengembangan potensi lokal serta peningkatan kualitas hidup.

Pendirian TBM di Desa Manggungsari menjadi cerminan sinergi antara komunitas lokal dan dunia pendidikan. Program ini tak hanya memantik semangat membaca, tetapi juga menandai babak baru dalam pembangunan desa berbasis pengetahuan.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA