Memberdayakan Umat tak Mengenal Asal: Kisah Dhoifur Rohman

Memberdayakan Umat tak Mengenal Asal: Kisah Dhoifur Rohman


Risdawati
26/01/2026
166 VIEWS
SHARE

Di tengah hiruk pikuk pengabdian sosial, hadir sosok pria berusia 42 tahun asal Surabaya bernama Dhoifur Rohman, atau yang akrab disapa Edo. ⁠Ia adalah Dai Sahabat Masyarakat (Dasamas) di bawah naungan Lembaga Amil Zakat Al Azhar yang mengemban misi mulia jauh dari kampung halamannya. Perjalanannya membawanya ke Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Di sana, ia mendedikasikan diri untuk mendampingi warga di Desa Manggung Sari dan Desa Sukahaji demi menciptakan perubahan yang bermakna.

Langkah Edo di tanah Pasundan tidak selalu mulus. Perbedaan latar belakang budaya dan bahasa menjadi tantangan awal yang harus ia hadapi, mengingat ia merupakan orang Jawa yang harus berbaur dengan masyarakat Sunda. Namun, dengan kesabaran dan niat yang tulus, ia terus menjalin silaturahmi hingga kehadirannya diterima dengan hangat oleh warga setempat. Ia percaya bahwa untuk melakukan perubahan, seseorang harus terlebih dahulu merangkul masyarakat melalui pendekatan keagamaan agar program-program selanjutnya dapat berjalan dengan harmonis.

Fokus utama pengabdian Edo adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Rumah Pembiayaan Pertanian. Dengan skema akad Bai’ Salam, ia berupaya membantu para petani agar memiliki akses permodalan yang lebih adil dan produktif. Selain ekonomi, ia juga aktif bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, dan dakwah keagamaan. Bagi Edo, tugas seorang pendamping bukan sekadar membenarkan kebiasaan yang sudah ada, melainkan mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan hal-hal yang benar demi kemajuan bersama.

Kini, Edo terus melangkah dengan keyakinan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Melalui perannya sebagai Dasamas, ia tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga menyebarkan semangat kebaikan yang ia sebut sebagai "virus positif". Ia meyakini bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan dengan istiqamah akan membuahkan hasil yang manis, baik bagi masyarakat yang mendampinginya maupun bagi pengembangan kapasitas dirinya sendiri.

 

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA