Lima Adab dalam Infak dan Sedekah

Lima Adab dalam Infak dan Sedekah


Siti Adidah
08/08/2023

Infak dan sedekah merupakan bagian dari amal saleh yang biasa dilakukan oleh umat muslim. Hal yang mendasar dari perbedaan infak dan sedekah adalah infak lebih mengacu pada bentuk amal berupa memberikan harta atau benda yang dimiliki, sedangkan sedekah bisa berupa bantuan dalam bentuk harta, tenaga, atau ilmu. Bersedekah dan berinfak juga merupakan salah satu amal yang sering dianjurkan oleh Rasulullah, bukan tanpa alasan, melainkan karena bersedekah dan berinfak memiliki keutamaan-keutamaan yang sangat banyak. Namun demikian, agar menjadi berkah, lakukan lima adab ini sebelum berinfak dan bersedekah.


1. Ikhlas

Adab pertama dalam bersedekah maupun berinfak, tentu harus ikhlas. Mengapa demikian? Karena seseorang hanya akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang dia niatkan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim mengatakan bahwa, “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan seseorang hanya akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Selain Berpahala, Sedekah Juga Menolak Bala

2. Bersedekahlah dengan harta yang baik, halal, dan yang paling disukai

Sebagaimana zaman Rasulullah ketika beliau bersedekah, maka ia memberikan sedekah yang terbaik. kemudian, dalam Al-Qur’an surah Ali-Imron juga ditegaskan bahwa, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.” (Q.S Ali Imron: 92).

3. Bersedekah atau berinfak tanpa perlu diminta terlebih dahulu

Sedekah maupun infak yang baik adalah ketika hadir dari kesadaran diri sendiri, tidak menunggu ada yang meminta. Sedekah maupun berinfak bisa dilakukan kapan saja dan tidak terbatas dengan nominalnya.

Baca juga: Sedekah Tidak Perlu Menunggu Kaya

4. Menolak dengan baik

Jika ada orang yang meminta sedekah atau infak, kemudian memang pada saat itu  kita sedang tidak memiliki apa-apa, maka tolaklah dengan bahasa yang baik, tidak meninggikan suara, apalagi sampai membentak atau memarahi orang tersebut.

5. Mendahulukan sedekah yang wajib

Dalam bersedekah, adab terakhir adalah mendahulukan sedekah yang wajib, artinya tidak boleh menunda-nunda sedekah tersebut padahal sudah waktunya, seperti membayar zakat, membayar kafarat, atau sedang memenuhi nazar. Utamakan dan tuntaskan hal-hal yang bersifat wajib terlebih dahulu atau yang paling baik adalah terpenuhinya sedekah wajib, juga tak pernah tertinggalnya sedekah sunah.

BACA JUGA