Lawatan ke Puncu, Desa Wisata Pemberdayaan Lereng Kelud

Lawatan ke Puncu, Desa Wisata Pemberdayaan Lereng Kelud


Khaerun Nisa
22/06/2022

Sejak bencana letusan Gunung Kelud 2014, LAZ Al Azhar hadir memberi bantuan dan mendampingi masyarakat di sekitar Puncu, yang menjadi korban erupsi Gunung Kelud. Kondisi Desa Puncu hancur lebur, rumah rusak dan tidak layak huni, fasilitas kesehatan dan fasilitas umum tidak dapat digunakan dan asset warga rusak. LAZ Al Azhar melanjutkan program recovery dengan mengembangkan program Desa Gemilang di Dusun Laharpang dan program Sejuta Berdaya di Dusun Sukomoro.

Tujuh tahun berlalu, melalui program pemberdayaan masyarakat pasca bencana, Desa Puncu bertransformasi menjadi Desa Wisata Puncu yang berbasis wisata alam dan wisata agro. Produk unggulannya adalah pertanian cabai dan kopi Kelud. Di bulan tertentu setiap tahun, wisatawan bisa menikmati durian Kelud yang memiliki rasa dan aroma yang khas dan nikmat.

Pencinta alam dan pendaki gunung suka sekali melakukan pendakian ke Gunung Kelud melalui Puncu. Dusun Laharpang yang menjadi Desa Gemilang binaan LAZ Al Azhar merupakan titik pos pendaftaran, check point dan start awal dalam pendakian. Uniknya, pos check point ini dikelola oleh karang taruna, Saung Ilmu, KSM Lamor Kelud, Kompas Alang dan Komunitas Sepeda Tua (KST). Di situ terdapat bangunan Saung Ilmu, Caffe Kelud, Rumah Kopi dalam satu tempat untuk rehat awal para pendaki sebelum meniti jalan pendakian.

Di sini, orang bisa menikmati secangkir kopi Kelud dan akan mendapat banyak informasi dan arahan di Saung Ilmu. Bagi masyarakat Laharpang, Saung Ilmu ini sehari-harinya adalah pusat edukasi, pusat interaksi dan pusat perencanaan program pemberdayaan masyarakat. Remaja Laharpang siap setiap saat memandu para pendaki menuju Gunung Kecil dan Gunung Kelud yang mulai dikenal masyarakat luas setelah bencana erupsi Kelud 2014 lalu.

Setelah menikmati kopi Kelud, maka pendaki dan wisatawan berjalan menuju lereng Gunung Kecil dengan melihat sekitar kiri kanannya terhampar perkebunan cabai dan beberapa lahan tanaman kopi. Tanaman kopi di sini, ditanam untuk dijadikan tanaman pengikat lahan lereng, agar tidak mudah longsor, sekaligus sebagai tanaman perkebunan produksi yang Rumah Kopinya berada di SAUNG ILMU Laharpang. Dengan udara segar dan sejuk di pagi hari, orang akan terkesan melihat lereng gunung Kelud dan Gunung Kecil, yang saat ini disebut dengan Gunung Gede Kelud.

Pada 5 Juni 2021, bersama dengan Dasamas Al Azhar Ust Dhobit, Direktur Eksekutif LAZ Al Azhar, H. Daram, dan rombongan dari LAZ Al Azhar menyambangi para petani kopi dan petani cabai di Lereng Kelud. Para petani ada yang sedang menyemprot tanaman, ada yang sedang membersihkan gulma, ada yang sedang memetik hasil cabai yang bagus dan segar dari tanamanannya. Mereka senang karena hasil cabai saat ini baik dan harga di pasar pun sedang bagus. Ternyata 34 keluarga petani cabai dan kopi mendapatkan dana modal awal dari KSM Lamor Kelud yang memberikan pembiayaan qardhul hasan, tanpa tambahan agunan dan tanpa riba. Walhasil, petani di sini tidak terbebani tambahan biaya akibat dari pinjamannya tersebut. Kewajiban mereka hanyalah harus ikut pertemuan rutin untuk menambah ilmu pengetahuan, agama serta skill dan manajemen pertanian.

Juga rombongan LAZ Al Azhar bertemu dengan para pengurus Saung Ilmu dan KSM Lamor Kelud. Mereka mengelola manajemen KSM dengan baik serta mengolah hasil pertanian cabai menjadi abon cabai untuk antisipasi harga cabai yang jatuh serta mengawetkan produk agar bisa bernilai jual lebih baik dari cabai segarnya. Selain itu mengelola Rumah Kopi sebagai tempat produksi kopi dengan kualitas tinggi dan menjadi produk khas buah tangan lawatan ke Kelud.

Kini Puncu sedang bertransformasi menjadi desa wisata dan Pemda Kediri bersama masyarakat dan LAZ Al Azhar bahu membahu mempromosikan Desa Wisata Puncu sebagai destinasi wisata alam dan agro. Bahkan hari jadi Kota Kediri 2 tahun lalu berturut-turut dilaksanakan di Desa Wisata Puncu dengan mengadakan kegiatan pesta rakyat dan pendakian ke Gunung Kelud.

BACA JUGA