Kisah Lili Sadili, Sukses Manfaatkan Waktu Luang Jadi Peternak Domba Beromzet Jutaan

Kisah Lili Sadili, Sukses Manfaatkan Waktu Luang Jadi Peternak Domba Beromzet Jutaan


Risdawati
08/06/2026
13 VIEWS
SHARE

Tasikmalaya – Momentum Hari Raya Iduladha selalu membawa berkah melimpah, tidak terkecuali bagi Lili Sadili (40). Petani padi asal Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya ini sukses membuktikan bahwa hari raya kurban bisa menjadi ladang rezeki baru yang sangat menjanjikan melalui usaha sampingan penggemukan domba (fattening).

Lili memanfaatkan waktu senggangnya di sela-sela menggarap sawah dengan bergabung sebagai anggota peternakan Koperasi Syariah Berdikari Tasikmalaya. Di sana, ia memilih untuk tetap produktif dengan merawat domba di kandang komunal milik koperasi.

Sistem yang dijalankan menggunakan prinsip syariah berbasis kemitraan, yaitu Mudharabah Muqayyadah (bagi hasil terikat). Melalui skema ini, Lili sukses menggemukkan 9 ekor domba jantan yang seluruhnya habis terjual pada momentum Iduladha kemarin. Dari sistem bagi hasil dengan koperasi tersebut, ia berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp5,4 juta.

Kejelian Lili dalam menangkap peluang pasar tidak berhenti di situ. Di samping mengelola domba koperasi, ia juga berinisiatif memelihara 3 ekor domba jantan secara pribadi. Hasilnya pun tidak kalah menggiurkan, ketiga domba miliknya tersebut mendatangkan tambahan pendapatan sebesar Rp3,8 juta. Jika ditotal, petani kreatif ini berhasil membawa pulang keuntungan bersih sebesar Rp9,2 juta hanya dalam satu musim panen kurban.

Keberhasilan Lili menjadi bukti nyata efektivitas program pemberdayaan ekonomi umat yang diinisiasi oleh LAZ Al Azhar bersama Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (DEKS BI) melalui program Desa Berdikari.

“Kehadiran kandang komunal dan sistem bagi hasil dari koperasi syariah ini sangat membantu kami sebagai petani kecil. Kami tidak hanya dibantu modal dan fasilitas kandang yang layak, tetapi juga diberikan kepastian pasar saat Iduladha tiba,” ujar Lili dengan rona bahagia.

Keberhasilan program penggemukan domba di Desa Tanjungpura ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain. Sinergi yang kuat antara lembaga filantropi, otoritas keuangan, dan koperasi lokal terbukti mampu mengubah manajemen peternakan tradisional menjadi lebih modern serta terstruktur, sekaligus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat pedesaan.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA