Bupati Kediri Dukung Produksi dan Pemasaran Hasil Komoditi Pertanian Kelud

Bupati Kediri Dukung Produksi dan Pemasaran Hasil Komoditi Pertanian Kelud


Siti Adidah
30/03/2022

Mungkin masih banyak orang yang belum tahu dan mengenal Dusun Laharpang Desa Puncu Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Letaknya berada persis di lereng Gunung Kelud yang hanya berjarak sekitar 5 Km dari puncaknya.

Sebagian besar mata pencaharian masyarakat disini adalah petani yang memanfaatkan kesuburan tanahnya. Komoditi pertanian yang cocok ditanam disini adalah cengkih, kopi, lombok, bawang merah serta tanaman buah-buahan seperti alpukat dan durian.

Dari hasil komoditi pertanian tersebut masyarakat sekitar mulai memanfaatkannya dengan mengolah produk kopi dan cabai sebagai produk unggulan. Kopi liberika dan robusta Kelud menjadi idola para pecinta kopi, sedangkan cabai rawit yang melimpah disini dimanfaatkan untuk produk boncabe.

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno berkunjung ke tempat pengolah kopi, tepatnya di rumah produksi KSM Lamor Kelud Sejahtera Laharpang. Ikut serta dalam kunjungan tersebut, Kepala PDP Margomulyo Indra Taruna, Camat Puncu, dinas terkait, dan para pengolah kopi.

Bupati Haryanti berdiskusi dengan pengolah kopi, membahas tentang bagaimana produksi UMKM disini bisa lebih baik lagi, mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga kemasan menarik yang dapat menunjang pemasaran agar dapat lebih meningkat.

Ditemui usai kunjungan tersebut Aynut Dhobit salah satu pelaku UMKM Dusun Laharpang menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno yang telah memberikan dukungan dan perhatian sehingga produk UMKM Dusun Laharpang semakin dikenal dan laku.

“Setiap event pameran yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kediri, kami selalu diajak ikut serta dan disediakan stand promosi. Dari situlah banyak sekali masyarakat yang mengetahui Kopi Kelud Laharpang,” katanya.

Dari promosi lewat pameran, tak sedikit pengunjung yang tertarik datang ke Laharpang untuk membeli produk kopi dan bon cabai. Tak hanya itu, mereka juga menikmati keindahan alam yang ada di Laharpang.

“Sedangkan untuk produksi bon cabai kita baru memulai sekitar bulan Januari 2019. Karena Desa Puncu sendiri merupakan sentra cabai di Kabupaten Kediri. Melihat naik turunnya harga cabai yang tak stabil kami berinisiatif membuat bon cabai tersebut,” lanjut Aynut.

Untuk harga, bon cabai dibandrol dengan harga 15rb per 50gr per botol, sedangkan kopi kelud 20rb per 250gr per kemasan. “Alhamdulillah, untuk pemasaran kami sudah mampu menembus pasar luar kota seperti Kepulauan Seribu DKI Jakarta,” pungkasnya.

BACA JUGA