Ciamis, (06/6) – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Panyingkiran Gemilang menggelar pertemuan rutin di kediaman ketua kelompok pada Sabtu (6/6/2026). Agenda bulanan kali ini menjadi momen yang paling dinantikan oleh seluruh anggota karena berfokus pada pembagian hasil usaha dari pengelolaan peternakan domba.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, KSM Panyingkiran Gemilang berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp7,4 juta. Keuntungan nyata ini diperoleh dari hasil pengelolaan delapan ekor domba yang dirawat secara tekun oleh tujuh orang anggota kelompok.
Guna menjaga akuntabilitas, alokasi keuntungan tersebut dibagi ke dalam beberapa pos secara transparan sesuai dengan kesepakatan bersama. Bagian terbesar, yaitu senilai Rp4,81 juta atau 65 persen dari total laba, dibagikan langsung kepada para anggota pengelola ternak sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.
Selain memberikan dampak ekonomi bagi internal anggota, kelompok ini juga tetap mengedepankan kepedulian sosial. Sebanyak 15 persen dari keuntungan, atau sebesar Rp1,11 juta disisihkan untuk kegiatan sosial melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Panyingkiran guna membantu masyarakat yang membutuhkan di lingkungan sekitar.
Sementara itu, sisa keuntungan masing-masing dialokasikan sebesar 10 persen atau senilai Rp740.000 untuk dua pos penting lainnya. Pos pertama dimasukkan ke dalam kas kelompok guna mendukung operasional sehari-hari, sedangkan pos kedua disiapkan sebagai aset terbarukan untuk investasi jangka panjang serta menjaga keberlanjutan usaha peternakan di masa depan.
Ketua KSM Panyingkiran Gemilang menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sektor peternakan yang konsisten dan terarah mampu memberikan dampak finansial yang positif bagi anggota, sekaligus menebar manfaat sosial bagi lingkungan sekitar.
Acara rutin ini kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif mengenai rencana pengembangan usaha ke depan. Seluruh anggota sepakat untuk merencanakan penambahan jumlah hewan ternak pada periode selanjutnya demi meningkatkan produktivitas dan skala usaha kelompok.