Langkah Kecil, Perubahan Besar: Perjalanan Cecep Bersama KSM

Langkah Kecil, Perubahan Besar: Perjalanan Cecep Bersama KSM


Risdawati
10/04/2026
20 VIEWS
SHARE

Cecep Ahmad Ramdhan Siddik, pria kelahiran Bandung yang kini berusia 29 tahun, adalah sosok yang memilih jalan pulang untuk menata masa depan. Ia merupakan anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pangauban Gemilang yang sehari-hari beraktivitas sebagai peternak dan petani.

Sebelum menekuni dunia ternak, Cecep pernah bekerja sebagai kuli bangunan di Kota Bandung dan Jakarta pada rentang tahun 2019 hingga 2022. Pekerjaan tersebut menjadi tumpuan hidupnya saat itu, meskipun penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian tanpa adanya pemasukan tambahan.

Di tengah keterbatasan tersebut, Cecep mengambil keputusan besar dalam hidupnya: kembali ke kampung halaman. Baginya, masa muda adalah waktu terbaik untuk menata hidup dengan lebih terarah. Ia pun memilih bertani dan beternak sebagai jalan ikhtiar. Ia meyakini bahwa kehidupan di kampung tetap memiliki potensi besar untuk berkembang, asalkan dijalani dengan konsep yang baik, serta dilandasi keikhlasan dan kesabaran.

Bertumbuh Bersama KSM Pangauban Gemilang

Perjalanan Cecep di dunia peternakan telah dimulai sejak sekitar empat tahun lalu. Dalam dua tahun terakhir, ia bergabung bersama KSM Pangauban Gemilang, sebuah kelompok binaan LAZ Al Azhar yang bersinergi dengan Kitabisa.com.

Awal mula keterlibatannya terjadi ketika ia diajak oleh seorang teman untuk berdiskusi bersama pendamping program. Dari pertemuan tersebut, Cecep mengenal adanya program peternakan yang membuka peluang baru bagi masyarakat desa. Dua tahun lalu, ia pun memutuskan untuk bergabung dan mulai menjalani usaha ternak secara lebih terarah.

Saat pertama kali menerima bantuan, Cecep mengaku sangat bersyukur. Keinginannya untuk beternak sebenarnya sudah lama ada, tetapi selalu terhambat oleh keterbatasan modal. Melalui program ini, ia memperoleh bantuan berupa hewan ternak, sementara kebutuhan kandang ia upayakan secara mandiri. Tidak hanya itu, ia juga mendapatkan pendampingan yang menyeluruh, baik dalam aspek keagamaan maupun pengelolaan keuangan keluarga. Hal tersebut menjadi bekal penting dalam mengubah pola hidup dan meningkatkan kesejahteraan.

Kini, ia telah merasakan satu kali panen, dan pada momentum Iduladha mendatang, ia bersiap untuk panen kedua dengan harapan hasil yang lebih baik.

Tantangan dan Keteguhan dalam Berikhtiar

Dalam perjalanannya, Cecep tidak luput dari berbagai tantangan. Ia kerap menghadapi cuaca yang tidak menentu yang berdampak pada kesulitan mencari pakan. Selain itu, kondisi kesehatan ternak juga menjadi tantangan tersendiri, termasuk risiko penyakit yang dapat datang sewaktu-waktu. Di sisi lain, harga jual ternak yang fluktuatif sering kali menambah ketidakpastian dalam usaha yang ia jalani.

Tantangan paling berat yang pernah ia rasakan adalah ketika harga jual ternak justru lebih rendah dari harga beli, ditambah dengan kematian domba secara tiba-tiba yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem, baik terlalu dingin maupun terlalu panas. Situasi tersebut tentu berdampak pada tidak tercapainya pendapatan sesuai harapan.

Namun demikian, Cecep tetap berpegang pada keyakinan bahwa tugas manusia adalah berusaha semaksimal mungkin, sementara hasil akhir sepenuhnya merupakan ketentuan Allah Swt. Keyakinan inilah yang membuatnya tetap bertahan dan terus melangkah.

Perubahan yang Mulai Terasa

Seiring berjalannya waktu, perubahan mulai dirasakan dalam kehidupan Cecep. Kondisi ekonomi keluarganya perlahan menunjukkan perbaikan. Ia kini menjalankan strategi sederhana namun efektif, yakni tetap bekerja sebagai buruh untuk memenuhi kebutuhan harian, sementara usaha peternakan menjadi sumber penghasilan tahunan yang berfungsi sebagai pendapatan alternatif untuk kebutuhan jangka panjang.

Jika sebelumnya pendapatan rata-rata per bulan sekitar Rp1.5 juta, kini meningkat menjadi sekitar Rp2 juta setelah dihitung secara keseluruhan. Peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa usaha yang dijalani dengan konsisten dapat memberikan hasil yang nyata.

Saat ini, jumlah ternak yang ia kelola terdiri dari sepuluh ekor milik KSM serta satu ekor domba betina milik pribadi yang merupakan hasil pengembangan dari usaha sebelumnya. Meski jumlahnya belum besar, Cecep optimis bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan usahanya akan terus berkembang dan menjadi lebih kuat.

Harapan dan Doa

Ke depan, Cecep memiliki harapan untuk dapat membangun usaha peternakan yang mandiri tanpa ketergantungan pada bantuan modal. Ia ingin memiliki fondasi usaha yang lebih kokoh, baik dari sisi permodalan, ketersediaan tempat usaha, maupun akses pasar yang lebih luas.

Melalui kisahnya, Cecep juga menyampaikan harapan kepada para donatur agar program-program pemberdayaan seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia pun turut mendoakan para mudhohi yang menunaikan ibadah kurban melalui LAZ Al Azhar agar senantiasa diberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah kebaikan yang dilakukan.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA