Iduladha telah tiba, momen penuh kebahagiaan dan kerendahan hati yang dinanti-nanti umat Islam di seluruh dunia. Di tengah gemerlapnya hari raya dan semaraknya berbagi kebahagiaan, ada kewajiban dan adab yang perlu kita pahami dan laksanakan sebelum melaksanakan salat Iduladha.
Rasulullah saw telah meninggalkan petunjuk yang jelas tentang bagaimana kita mempersiapkan diri dengan ikhlas dan khusyuk dalam ibadah ini, mencerminkan kedalaman iman dan penghambaan kita kepada Allah Swt. Memahami dan mengamalkan adab-adab sebelum salat Iduladha bukan sekadar ritual semata, tetapi merupakan bagian dari pendidikan spiritual yang membentuk karakter Muslim yang saleh dan salihah.
Berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan sebelum salat Iduladha:
1. Mengumandangkan Takbir
Takbir adalah tanda syiar Islam dan bentuk pengagungan kepada Allah Swt atas segala petunjuk, nikmat, dan cobaan yang telah diberikan kepada umat manusia. Karena itu, mengumandangkan takbir di malam Hari Raya Iduladha adalah hal yang sangat dianjurkan. Sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Al-Baqarah: 185).
Kegiatan takbiran ini bisa dimulai sejak terbenamnya matahari di tanggal 9 Zulhijah hingga matahari terbenam pada akhir hari tasyrik.
2. Mandi Sebelum Berangkat Salat
Mandi sebelum salat Iduladha merupakan sunah yang dianjurkan Rasulullah saw sebagai bentuk menjaga kebersihan dan mempersiapkan diri untuk beribadah. Selain menyegarkan tubuh, mandi juga menjadi simbol kesiapan lahir dalam menyambut hari raya penuh kemuliaan. Sebagaimana dalam sebuah hadis:
“Dari Nafi’, beliau mengatakan bahwa Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma mandi pada Hari Idulfitri sebelum berangkat ke lapangan.” (HR. Malik dan Asy-Syafi’i).
3. Memakai Pakaian Terbaik
Hari raya adalah momen istimewa bagi umat Islam. Karena itu, dianjurkan mengenakan pakaian terbaik, bersih, dan rapi saat melaksanakan salat Iduladha. Hal ini mencerminkan rasa syukur atas nikmat Allah Swt sekaligus bentuk penghormatan terhadap syiar Islam.
4. Menggunakan Wewangian
Menggunakan wewangian sebelum berangkat salat Iduladha juga termasuk adab yang dianjurkan, khususnya bagi laki-laki. Aroma yang harum dapat menambah kenyamanan saat berkumpul dengan sesama Muslim dan mencerminkan kebersihan diri yang dicintai Allah Swt.
5. Tidak Makan Sebelum Salat
Berbeda dengan Idulfitri yang dianjurkan makan sebelum salat, pada Hari Raya Iduladha umat Islam dianjurkan menunda makan hingga selesai salat Id dan penyembelihan kurban. Hal ini menjadi salah satu pembeda antara dua hari raya dalam Islam.
6. Berjalan Kaki Menuju Tempat Salat
Rasulullah saw juga mencontohkan berjalan kaki menuju tempat salat Id apabila memungkinkan. Selain menjadi bentuk kesederhanaan, langkah kaki menuju tempat ibadah juga bernilai pahala dan memperkuat semangat kebersamaan di hari raya.
7. Melewati Jalan yang Berbeda saat Pulang
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari salat Id. Para ulama menjelaskan bahwa hal ini dapat memperluas silaturahmi dan menebarkan salam, serta doa kepada lebih banyak orang.
Iduladha bukan hanya tentang perayaan, melainkan juga tentang menghadirkan ketundukan dan keikhlasan kepada Allah Swt. Adab-adab yang dicontohkan Rasulullah saw sebelum salat Iduladha mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya dimulai saat takbiratul ihram, melainkan sejak seorang Muslim mempersiapkan dirinya menuju rumah ibadah. Semoga setiap langkah dan sunah yang kita amalkan di Hari Raya Iduladha menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan menumbuhkan hati yang lebih bersyukur.