Hari Gerakan Satu Juta Pohon: Ikhtiar Bersama Menjaga Kelestarian Bumi

Hari Gerakan Satu Juta Pohon: Ikhtiar Bersama Menjaga Kelestarian Bumi


Risdawati
10/01/2026
16 VIEWS
SHARE

Setiap tanggal 10 Januari, Indonesia memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon sebagai momentum refleksi terhadap kondisi lingkungan sekaligus ajakan untuk mengambil peran nyata dalam menjaga kelestarian alam. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa bumi yang kita tempati hari ini adalah warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang, bukan sekadar sumber daya yang dapat dieksploitasi tanpa batas.

Di tengah berbagai tantangan ekologis seperti perubahan iklim, berkurangnya ruang hijau, polusi udara, serta meningkatnya risiko bencana alam, keberadaan pohon memiliki peran yang sangat vital. Pohon berfungsi sebagai paru-paru dunia yang menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, menjaga keseimbangan siklus air, serta membantu mencegah banjir dan tanah longsor. Lebih dari itu, pohon juga menjadi penopang kehidupan bagi berbagai makhluk hidup yang bergantung pada ekosistem alam.

Namun, seiring dengan laju pembangunan dan pertumbuhan penduduk, kawasan hijau terus mengalami penyusutan. Deforestasi dan alih fungsi lahan tidak jarang meninggalkan dampak jangka panjang yang merugikan lingkungan dan masyarakat. Dalam konteks inilah, Gerakan Satu Juta Pohon hadir sebagai ikhtiar kolektif untuk memulihkan keseimbangan alam serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. 

Gerakan ini mengajak masyarakat untuk memulai dari langkah sederhana, yaitu menanam pohon. Meski terlihat kecil, satu pohon yang ditanam hari ini menyimpan manfaat besar di masa depan. Ketika dilakukan secara bersama-sama, upaya menanam pohon dapat berkembang menjadi gerakan masif yang berdampak nyata bagi kualitas lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. 

Dalam perspektif nilai keislaman, menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di muka bumi. Islam dengan tegas melarang segala bentuk perusakan alam, sebagaimana firman Allah Swt:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya”. (QS. Al-A’raf:56)

Setiap kerusakan yang terjadi akibat kelalaian manusia bukan hanya berdampak pada alam, tetapi juga pada kehidupan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, menanam dan merawat pohon dapat dipandang sebagai bentuk tanggung jawab moral dan ibadah sosial yang membawa manfaat luas.  

Penanaman pohon bukan semata kegiatan seremonial, melainkan ikhtiar berkelanjutan yang menuntut kepedulian dan komitmen bersama. Pohon yang ditanam perlu dirawat, disiram, dan dijaga agar dapat tumbuh dengan baik serta memberikan manfaat optimal bagi lingkungan sekitar. Melalui semangat Hari Gerakan Satu Juta Pohon, kesadaran ekologis kita diperkuat untuk mengambil peran nyata dalam merawat bumi, karena setiap pohon yang tumbuh adalah harapan akan lingkungan yang lebih lestari, udara yang lebih bersih, serta kehidupan yang lebih sehat dan seimbang bagi generasi kini dan mendatang. 

 

Author: Nurul Aisyah Rahmawati

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA