Batas Waktu Sahur yang Perlu Diketahui

Batas Waktu Sahur yang Perlu Diketahui


Nurul Aisyah
23/02/2026
14 VIEWS
SHARE

Sahur merupakan bagian penting dalam ibadah puasa Ramadan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. Meskipun hukumnya sunnah, sahur memiliki nilai ibadah yang besar karena di dalamnya terdapat keberkahan dan menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan puasa umat terdahulu. Karena itu, memahami batas waktu sahur menjadi hal yang penting agar seseorang tidak ragu ketika makan dan minum di akhir malam, sekaligus tidak melewati waktu yang telah ditetapkan syariat.

Anjuran untuk bersahur ditegaskan dalam sabda Rasulullah saw:

“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa sahur bukan sekadar kebiasaan sebelum berpuasa, melainkan bagian dari sunnah yang mengandung kebaikan dan pahala. Bahkan dalam riwayat lain dijelaskan bahwa sahur tetap bernilai meskipun hanya dengan seteguk air. Hal ini menegaskan bahwa yang utama adalah melaksanakan sahur itu sendiri, bukan banyaknya makanan yang dikonsumsi.

Lalu, sampai kapan batas waktu sahur? Dasar utamanya terdapat dalam firman Allah Swt:

“Makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam.” (QS. Al-Baqarah: 187).

Ayat ini menjelaskan bahwa makan dan minum diperbolehkan hingga terbit fajar, yaitu masuknya waktu Subuh. Artinya, batas akhir sahur adalah ketika fajar shadiq telah terbit atau azan Subuh telah dikumandangkan. Selama belum masuk waktu Subuh, seseorang masih diperbolehkan untuk makan dan minum.

Di masyarakat sering muncul pertanyaan tentang waktu imsak. Perlu dipahami bahwa imsak bukan batas haram untuk makan dan minum, melainkan waktu peringatan agar seseorang bersiap mengakhiri sahur sebelum azan Subuh tiba. Penetapan waktu imsak biasanya sekitar sepuluh menit sebelum Subuh sebagai bentuk kehati-hatian. Namun secara hukum, batas akhirnya tetap pada terbitnya fajar.

Selain mengetahui batas akhirnya, Rasulullah saw juga menganjurkan untuk mengakhirkan sahur atau melakukannya mendekati waktu Subuh. Beliau bersabda:

“Umatku senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.” (HR. Ahmad).

Mengakhirkan sahur bukan berarti menunda hingga melewati waktu Subuh, tetapi melakukannya di akhir malam selama masih aman dari terbit fajar. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa jarak antara sahur Rasulullah saw dan salat Subuh sekitar waktu membaca lima puluh ayat Al-Qur’an, yang oleh para ulama diperkirakan sekitar beberapa menit sebelum azan. Ini menunjukkan bahwa sahur yang mendekati Subuh justru lebih sesuai dengan sunnah.

Dari sisi hikmah, mengakhirkan sahur memberi kekuatan lebih lama dalam menjalani puasa karena asupan makanan lebih dekat dengan waktu dimulainya puasa. Selain itu, kebiasaan bangun di akhir malam juga melatih kedisiplinan dan membuka peluang untuk memperbanyak doa serta istighfar sebelum masuk waktu Subuh.

 

Dengan demikian, batas waktu sahur yang perlu diketahui adalah hingga terbitnya fajar atau masuknya waktu Subuh. Imsak hanyalah peringatan, bukan batas hukum. Selama belum masuk Subuh, makan dan minum masih diperbolehkan. Memahami hal ini membantu kita menjalankan puasa dengan tenang, sesuai tuntunan syariat, dan tetap menjaga keberkahan sahur sebagaimana diajarkan Rasulullah saw.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA