Ayah Wajib Hadir: Mengapa Kehadiran Ayah Penting bagi Tumbuh Kembang Anak?

Ayah Wajib Hadir: Mengapa Kehadiran Ayah Penting bagi Tumbuh Kembang Anak?


Risdawati
29/06/2026
16 VIEWS
SHARE

Keluarga merupakan tempat pertama seseorang belajar tentang kasih sayang, rasa aman, dan nilai-nilai kehidupan. Di dalam keluarga, setiap anggota memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan masa depan anak, termasuk sosok ayah yang kehadirannya tak tergantikan.

Karena itulah, Hari Keluarga Nasional yang diperingati setiap 29 Juni menjadi pengingat bahwa membangun keluarga yang kuat tidak hanya membutuhkan kasih sayang seorang ibu, tetapi juga kehadiran ayah yang aktif mendampingi tumbuh kembang anak.

Fatherless: Saat Ayah Tak Lagi Benar-Benar Hadir

Namun, di tengah pentingnya peran ayah dalam keluarga, muncul fenomena yang semakin sering diperbincangkan, yakni fatherless. Istilah ini tidak selalu merujuk pada anak yang kehilangan ayah karena meninggal dunia atau tidak tinggal bersama keluarga, tetapi juga menggambarkan kondisi ketika ayah hadir secara fisik, namun minim keterlibatan dalam kehidupan, pengasuhan, dan pendidikan anak.

Kekhawatiran ini juga menjadi perhatian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Dalam laporannya, BKKBN menyebut sekitar 20,9 persen atau setara dengan kurang lebih 15,9 juta anak di Indonesia mengalami fenomena fatherless. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari tuntutan pekerjaan yang menyita sebagian besar waktu ayah hingga rendahnya kesadaran bahwa peran ayah tidak berhenti pada mencari nafkah.

Akibatnya, keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak menjadi semakin terbatas. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membentuk kebiasaan yang membuat sebagian ayah menyerahkan hampir seluruh tanggung jawab pengasuhan kepada ibu, padahal tumbuh kembang anak idealnya didukung oleh peran aktif kedua orang tua.

Peran Ayah dalam Perspektif Islam

Dalam Islam, peran ayah tidak hanya dipandang sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pemimpin, pendidik, dan teladan bagi keluarganya. Kehadiran ayah dalam kehidupan anak merupakan bagian dari amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt.

Allah Swt berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...” (QS. At-Tahrim: 6).

Ayat ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab seorang ayah tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan materi. Ia juga berkewajiban membimbing, mendidik, dan menanamkan nilai-nilai keimanan serta akhlak kepada anak-anaknya.

Rasulullah saw juga bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya...” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis di atas menegaskan bahwa ayah memiliki amanah besar dalam membina keluarganya. Kehadiran, perhatian, dan keterlibatan ayah dalam kehidupan anak bukan sekadar bentuk kasih sayang, melainkan bagian dari tanggung jawab yang diperintahkan dalam Islam.

Kehadiran Ayah, Investasi bagi Masa Depan Anak

Besarnya peran ayah juga didukung oleh berbagai penelitian mengenai tumbuh kembang anak. Anak yang memiliki hubungan yang baik dengan ayah cenderung lebih percaya diri, memiliki emosi yang lebih stabil, serta mampu membangun hubungan sosial yang sehat. Keterlibatan ayah juga berkontribusi terhadap prestasi akademik, kemampuan memecahkan masalah, dan kemandirian anak.

Tak hanya itu, kehadiran ayah dalam pengasuhan dapat menurunkan risiko berbagai perilaku berisiko, seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba. Bagi anak laki-laki, ayah menjadi teladan dalam membentuk karakter dan tanggung jawab. Sementara bagi anak perempuan, ayah berperan sebagai figur pelindung yang menumbuhkan rasa aman, kepercayaan diri, serta pemahaman tentang hubungan yang sehat dan penuh penghormatan.

Pada akhirnya, menjadi ayah bukan hanya tentang menyediakan nafkah atau memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Lebih dari itu, seorang ayah dipanggil untuk hadir, mendengar, mendampingi, mendidik, dan menjadi teladan bagi anak-anaknya. Kehadiran seperti inilah yang akan membekas dalam ingatan anak, bahkan jauh setelah mereka dewasa.

Momentum Hari Keluarga Nasional menjadi pengingat bahwa keluarga yang kuat tidak dibangun oleh kasih sayang seorang ibu saja, melainkan juga oleh keterlibatan seorang ayah. Sebab, ketika seorang ayah memilih untuk benar-benar hadir, ia bukan hanya sedang membesarkan anaknya, tetapi juga sedang membentuk masa depan sebuah generasi.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA